Minggu, 28 Maret 2021

BERMAIN MUSIK TRADISIONAL SECARA BERKELOMPOK

BERMAIN MUSIK TRADISIONAL SECARA BERKELOMPOK

A. Pengertian Musik Ansambel

Musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik dan kemudian memainkan lagu dengan aransemen yang sederhana.  Kata ansambel sendiri berasal dari Bahasa Perancis yang mempunyai arti rombongan musik dan ansambel dalam kamus musik mempunyai definisi kelompok kegiatan musik. Musik sendiri digunakan banyak orang saat sedang belajar karena dipercayai sebagai salah satu cara  menghindari stress saat belajar.




B. Jenis-Jenis Musik Ansambel

 Musik ansambel terbagi menjadi dua kelompok, yaitu musik ansambel sejenis dan musik ansambel campuran. Berikut penjelasannya :

1. Musik Ansambel Sejenis

Musik ansambel sejenis adalah salah satu bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan alat-alat sejenis. Contohnya : ansambel  rekorder.





2. Musik Ansambel Campuran

Musik ansambel campuran adalah salah satu bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan beberapa alat music. Contohnya : ansambel pianika, ansambel gitar, ansambel triangle, dll. Apabila anda belum mempunyai keahlian dalam memainkan gitar,tentu anda bisa belajar dengan  membaca cara cepat belajar gitar dengan mudah.


Selain musik ansambel bisa digolongkan menjadi 2 jenis yaitu musik ansambel sejenis dan musik ansambel campuran, musik ansambel pun bisa digolongkan menjadi 3 macam apabila kita melihat dari aspek fungsi dari alat-alat music yang digunakan.

 Berikut 3 macam musik ansambel dilihat dari aspek fungsi alat musik yang dipakai :

1. Musik Ansambel Melodis

Alat musik yang digunakan dalam musik ansambel melodis adalah alat musik yang dimainkan dengan tujuan menghasilkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi sebuah lagu. Contoh : piano, harmonika, rekorder, terompet.



2. Musik Ansambel Ritmis

Musik ansambel ritmis dalam penyajiannya menggunakan alat musik yang gunanya agar mengatur irama sebuah lagu. Contoh : Drum set, triangle, gong, gendang, dan tamborin.


3. Musik Ansambel Harmonis

Musik ansambel harmonis memakai alat musik yang dapat berperan ganda yaitu sebagai memainkan rangkaian nada-nada dan mengatur irama dari sebuah lagu.

Musik ansambel pada hakikatnya mempunyai definisi memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan berbagai alat musik secara bersama-sama. Apabila kelompok tersebut merupakan musik ansambel sejenis sudah tentu mereka memainkan musik secara bersama-sama dengan satu jenis alat musik saja namun kalau kelompok tersebut merupakan musik ansambel, itu berarti mereka mengkombinasikan beberapa jenis alat musik yang berbeda-beda untuk dimainkan.


 Musik ansambel memang menawarkan penyajian musik dengan kemasan yang menarik karena setiap personil harus bekerja sama untuk menciptakan suara yang harmonis. Oleh karena itu musik sendiri pun dipecayai dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus dan melatih otak kanan. Bahkan bayi dengan diperdengarkan musik saat masih di kandungan saja dapat meningkatkan IQ bayi tersebut.


C. Mengenal Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis 

Dengan memahami tangga nada akan memberikan gambaran tentang nada apa yang harus dimainkan pada akor tertentu. Dengan kata lain menguasai tangga nada akan mempermudah kamu ketika memainkan sebuah lagu dengan alat musik.

Tangga nada sendiri mempunyai definisi sebagai sekumpulan not musik yang disusun secara berurutan dari nada rendah hingga tinggi. 

Dalam dunia musik tangga nada dibagi menjadi 2 yaitu Diatonis, Pentatonis. Dari kedua nada tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda, untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan berikut ini.


D. Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Jenis tangga nada Diatonis ini akan sering kamu temukan pada musik-musik mode  atau kontemporer.  Nada Diatonis disusun terdiri dari 7 komposisi nada primer dengan interval 1 atau setengah setiap nadanya. Nada diatonis terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la.

Untuk jenisnya nada Diatonis dibagi menjadi 2 tipe, nada minor dan mayor. Keduanya memiliki perbedaan sebagai berikut:

1. Tangga Nada Diatonis Mayor

Penggunaan diatonis mayor biasanya menghasilkan nada-nada lagu yang ceria seperti lagu anak, atau lagu pop upbeat lainnya.

Biasanya para pemula akan memilih musik-musik yang menggunakan nada diatonis mayor karena diantara jenis tangga nada lainnya, Diatonis Mayor paling mudah untuk dipelajari.

Beberapa contoh lagu-lagu yang menggunakan tangga nada diatonis mayor seperti Bintang Kecil, Halo-Halo Bandung, Bintang Kejora, dan Cicak.


2. Tangga Nada Diatonis Minor

Sedikit berbeda dengan Diatonis Mayor, jenis nada tangga Diatonis Minor hanya memiliki nada primer dan belum mendapat sisipan (kromatis) atau secara singkat, Diatonis Minor umumnya memiliki setengah nada.

Perbedaan lainnya dapat dilihat dari musik yang dihasilkan. Nada Diatonis Minor biasanya terdengar lebih sendu atau sedih. Untuk jenisnya terbagi menjadi tiga yaitu, minor asli, minor harmonis, dan minor melodis.

Beberapa contoh lagu yang menggunakan nada Diatonis Minor seperti, lagu Syukur, Ayam den Lapeh, Ibu Kita Kartini, Hymne Guru, mengheningkan cipta, Tuhan (Bimbo).


3. Tangga Nada Pentatonis

Jika nada Diatonis terdiri dari 7 nada, Pentatonis hanya memiliki 5 nada primer. Alat musik yang biasa dimainkan  dengan nada Pentatonis ini seperti Calung, Gamelan, gambang kromo, tifa, indiokardo empat dawai  dan masih banyak lainnya.

Penggunaan tangga nada Pentatonis biasanya sering kita jumpai pada lagu-lagu rakyat (folklore).

Untuk jenisnya sendiri nada Pentatonik terbagi menjadi dua yaitu, Pentatonis Pelog dan Slendro.

Pentatonik Pelog memiliki karakter musik yang syandu, hormat, dan khidmat. Adapun beberapa contoh lagu yang menggunakan nada Pentatonik Pelo seperti, pitik tukung, Ngusak Asing, Macepet-Cepetan, Gundul-Gundul Pacul.


Sedangkan Pentatonik Slendro memiliki karakter musik lebih dinamis, semangat, dan riang gembira. Beberapa contoh lagu yang menggunakan Tangga Nada Slendro Janger, Lir Ilir, Cing Cangkeling, dan Te Kate Dinah.










TERIMAKASIH

Minggu, 21 Maret 2021

PRAKTIK MENGGAMBAR KOMIK

 

MENGGAMBAR KOMIK

Pengertian Komik

Menurut Danesi (2004: 223), komik adalah narasi yang dibuat melalui beberapa gambar berderet yang disekat oleh garis-garis horizontal, strip atau kotak (panel), dan dilengkapi oleh teks verbal dari kiri ke kanan (runtut).
Meskipun komik dilengkapi oleh bahasa verbal berupa kata-kata, namun gambar dalam komik sendiri dapat memberikan pesan non-verbal. Gambar, terutama gambar berderet dapat menghasilkan suatu pesan tanpa kata-kata. Semua komik secara tidak langsung akan memuat gambar seperti itu.
Sementara itu Setiawan (2002: 22) berpendapat bahwa pengertian komik secara umum adalah cerita bergambar yang biasanya terdapat dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk,  pada umumnya cerita komik mudah dicerna dan lucu.
Beberapa Ahli berpendapat bahwa komik sama dengan cerita bergambar. Namun dalam cerita bergambar, biasanya gambar hanya digunakan untuk menjadi ilustrasi untuk cerita. Gaya peletakan balon kata dalam cergam juga terbatas, sementara komik jauh lebih dinamis dan kompleks. Komik lebih cocok disebut sebagai gambar yang bercerita.
Dapat disimpulkan bahwa komik adalah karya seni yang terdiri dari komposisi gambar dan tulisan/huruf sebagai sarana untuk menyampaikan pesan atau cerita melalui teks atau verbal, maupun non verbal (pesan atau cerita yang dihasilkan oleh gambar).

Konsep Menggambar Komik

    Menggambar komik tidak hanya menuntut kemampuan menggambar yang baik saja, tetapi juga membutuhkan keterampilan membangun karakter, tokoh dan runtutan peristiwa dari suatu kisah. Kemampuan untuk menyelaraskan pesan lewat gambar dan tertulis juga menjadi kemampuan yang harus diasah untuk menciptakan komik yang baik.
    Gambar harus sesuai dengan tulisan, begitu juga sebaliknya, tulisan harus mampu memberikan konteks yang tepat bagi gambar. Tanpa keselarasan, keduanya tidak akan saling membantu untuk memberikan kisah atau pesan yang ingin disampaikan dengan baik dan jelas. Gambar dan tulisan yang tidak selaras justru malah akan mengaburkan cerita yang ingin dikisahkan.

Syarat Menggambar Komik

1. Menentukan Topik dan Tujuan
Topik adalah hal utama yang harus ditentukan dalam menggambar komik. Agar semua yang erhubungan dengan teknis komik dapat ditentukan juga dari awa. Imaji yang tercipta melalui komik harus sesuai dengan topiknya. Tujuan komik juga penting untuk ditentukan, apakah komik akan menyampaikan suatu pesan tertentu, atau hanya berupa hiburan.
Komik adalah media yang tidak hanya dapat digunakan untuk menghasilkan hiburan semata. Bisa saja kita menggunakan media yang powerful ini untuk menyampaikan tata-cara teknis tertentu. Misalnya komik ditujukan untuk menunjukkan bagaimana teknis pelaksanaan upacara yang baik.
Melalui topik dan tujuan yang telah ditentukan, kita juga dapat mulai menentukan tokoh dan karakter yang akan dibuat. Fungsi tema di dalam menggambar komik adalah untuk menjadi acuan bentuk visualisasi dan kata yang cocok untuk memperkuat gambar visual terhadap pesan atau cerita komik. Misalnya, ketika kita tau bahwa tema komik adalah tema relijius, maka kita harus menciptakan berbagai tokoh dan gaya gambar yang relijius pula.
Ya, fungsi penentuan karakter dan tokoh merupakan hal penting dalam menggambar komik, karena tokoh atau karakterlah yang berperan menjadi aktor dalam cerita. Mereka memegang peranan utama dalam menceritakan suatu kisah atau pesan yang ingin disampaikan dalam suatu komik.
Menggambar komik ibaratnya sama seperti menulis cerpen, namun kita tidak hanya bercerita melalui kata, namun melalui aspek visual (gambar) juga. Komik bahkan dapat dibuat berdasarkan cerita yang sudah ada, misalnya berbagai cerita rakyat yang sudah ada seperti timun mas, malin kundang, hingga ke Cinderella dan kisah lainnya. Proses tersebut biasanya disebut dengan proses transformasi (mengubah cerpen/sastra menjadi komik).
2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat
Komik harus dibuat dengan kalimat yang singkat dan mudah diingat. Mengapa? karena teks yang dapat disematkan dalam komik terhitung cukup terbatas. Gambar akan mendominasi komik. Untuk itu pilihlah kata yang singkat namun cukup jelas.
Selain itu berbagai dialog yang terdapat pada komik haruslah mudah diingat. Buatlah kalimat yang berkesan dan sesuai dengan gambar pendukungnya. Sehingga pesan atau kisah yang disampaikan komik dapat dengan mudah dicerna dan dapat diingat dengan baik oleh pembaca.
3. Menggunakan Gambar
Menggunakan gambar disini maksudnya bukan hanya sekedar gambar. Gambar dalam komik bukan menjadi support atau penunjang jalan cerita yang ingin di. Dalam komik gambar tidak hanya berupa ilustrasi untuk menunjang cerita, namun harus menjadi suatu kesatuan dengan teks yang ada. Gambar juga bahkan harus seakan dapat menghasilkan bunyi menggunakan tulisan sebagai penunjang konteksnya.

Bahan dan Alat Menggambar Komik
Kebutuhan bahan dan alat gambar komik hampir sama seperti peralatan menggambar pada umumnya. Hanya saja ada beberapa alat khusus yang dapat membantu proses pembuatan komik secara manual.
Perlu diketahui bahwa meskipun kebanyakan hari ini komik diolah secara digital menggunakan perangkat komputer grafis, namun cara manual tetap digunakan. Apalagi pada berbagai komik karya agung yang mendunia. Kombinasi teknik manual dan digital masih memberikan hasil yang jauh lebih maksimal daripada menggunakan salah satunya saja.
1. Kertas Gambar.
Sudah dapat ditebak bahwa menggambar pasti membutuhkan media datar penampung gambar seperti kertas. Dalam menggambar komik, akan lebih mudah bila kita telah menyediakan kertas yang berukuran sesuai dengan ukuran kertas komik yang akan dicetak nantinya.
2. Pensil Gambar. 
Pensil masih menjadi alat utama menggambar disini. Shading tidak harus terlalu mendetail ketika menggambar masih menggunakan kertas. Pensil disini digunakan hanya untuk membuat sketsa atau outline. Komik biasanya akan dipertebal oleh pena atau drawing pen nantinya. Komik cenderung menggunakan alat yang dapat digunakan menggambar secara freehand tanpa kuas.
3. Alat Pewarna
Biasanya komikus professional menggunakan cat khusus yang tingkat saturasinya kuat. Karena komik cenderung membutuhkan warna murni yang pekat dan cerah. Media warna yang dapat digunakan meliputi: pensil warna, cat poster, crayon, dsb. Alat pewarna bisa jadi tidak diperlukan jika pewarnaan akan dilakukan pada aplikasi komputer grafis.
4. Pena. 
Biasanya pena lebih dipilih untuk menggambar garis luar (outline) komik. Karena pena dapat diatur ketebalan garisnya. Terdapat pena khusus yang dirancang untuk menggambar komik. Pulpen lainnya juga dapat digunakan, terutama pulen yang dapat mencapai tingkat kehitaman yang sangat pekat, karena komik membutuhkan outline yang tegas dan kuat.


Langkah-langkah Menggambar komik

1. Tentukan tema komik
2. Tentukan Isi atau jalan cerita
3, Kembangkan tokoh-tokoh, baik secara teks (sifat tertulis) maupun gambar karakter
4. Siapkan latar belakang cerita, dengan beberapa sampel visual wujud nyata gambar latar
5. Buat alur cerita komik jika diperlukan
6. Siapkan naskah berupa storyboard visual
7. Mulai garap komik, adegan demi adegan sesuai dengan storyboard dan semua hal yang telah dipersiapkan (improvisasi sangatlah diperbolehkan).


SENI LUKIS untuk Kelas IX SMP

  SENI LUKIS A. Pengertian Seni Lukis Dibawah ini merupakan beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian seni lukis. 1. Ar...