Minggu, 02 Mei 2021

ANALISIS POLA LANTAI & UNSUR PENDUKUNG TARI TRADISIONAL

 


ANALISIS POLA LANTAI & UNSUR PENDUKUNG TARI TRADISIONAL

A. POLA LANTAI

Pola Lantai Tari merupakan garis-garis di lantai yang dilalui penari ketika melakukan gerak tari dari perpindahan tempat satu ke tempat lainnya. Pola yang juga disebut garis imajiner ini sengaja dibuat oleh formasi penari kelompok.

Garis tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari ketika sedang memperagakan tarian. Pola lantai tari bisa dilakukan oleh penari tunggal, berpasangan atau berkelompok, meskipun sebagian besar pola tari dilakukan oleh berkelompok.

Fungsi dari pola lantai yaitu untuk menata gerakan tarian, membentuk komposisi dalam pertunjukan tarian dan menciptakan kekompakan antar anggota penari. Dengan adanya pola lantai, tarian yang disajikan akan lebih indah dan menarik untuk ditonton. Sebenarnya dalam pola lantai terdapat dua garis dasar yaitu garis lurus dan melengkung.

Tujuan dengan menguasai pola lantai yaitu penari akan lebih mudah melakukan perpindahan gerak. Sehingga sang penari akan mengetahui area mana yang menjadi area miliknya tanpa harus khawatir mengganggu atau bertabrakan dengan area penari lainnya.

Garis lurus sendiri terbagi atas tiga jenis yaitu vertikal, horizontal dan diagonal. Namun dengan perkembangan zaman yang semakin maju, pola lantai juga mengalami pengembangan yaitu ada beberapa pola lantai lain berupa zig zag, segitiga, segi empat dan segi lima. Pola lantai melengkung juga mengalami pengembangan yaitu lingkaran, lengkung ke depan, melengkung ke belakang dan angka delapan.

B. UNSUR PENDUKUNG TARI TRADISIONAL












1. Busana dan Tata Rias Tari Tradisional

Peran busana dan riasan dalam per
tunjukan tari tradisional mempunyai fungsi yang penting. Terdapat 2 fungsi dari busana dan tata rias adalah pertama untuk membentuk watak atau karakter dari sang penari dan yang kedua sebagai pembentuk tokoh.
Pada karakter “baik” pada umumnya memakai riasan yang cantik dan bersahaja dengan warna yang sejuk dan tidak mencolok. Sedangkan pada karakter yang “jahat” pada umumnya mengunakan warna yang mencolok seperti warna merah dengan riasan wajah merah dengan mulut yang penuh taring.
Pada beberapa tarian tertentu juga mengambarkan tentang karakter fauna seperti tari merak, maka riasan dan busana yang digunakan biasanya mirip dengan burung merak. Di Indonesia ada beberapa jenis tarian yang mewakili perwujudan fauna seperti : Tari Kijang (Jawa Tengah), Tari Cendrawasih (Bali) dan Tari Burung Enggang (Kalimantan).

2. Properti Tari Tradisional
Properti tari biasanya berwujud benda yang mendukung penari dalam melakukan pertunjukan, misalnya : payung untuk tari payung, tari piring untuk tari piring, lawung atau tombak pada tari lawung. Ada juga yang menggunakan properti seperti : kipas, selendang pada tari merak, keris, tameng dan lain-lain.



















3. Tata Iringan Tari Tradisional
Musik sebagai pengiring dalam tari tradisional bisa dibagi 2 jenis yaitu : iringan internal & iringan eksternal. Contoh dari iringan internal adalah tari saman yang penarinya menari sambil menyanyi, selain itu beberapa tarian di Papua, penarinya melakukan gerakan tari sambil membunyikan alat musik tifa. Sedangkan iringan eksternal dilakukan oleh pemain musik di luar penari dan juga bisa menggunakan iringan dari rekaman tape recorder. Fungsi dari musik dalam tarian adalah untuk :
a. Membangun suasana dalam tarian
b. Ilustrasi
c. Untuk iringan gerakan tari














TUGAS
1. Amatilah dan analisis video tari berikut ini dengan cermat.
2. Pilih 1 (satu) tari yang paling Ananda sukai.
3. Gambarlah 4 model pola lantai yang ada pada tari tersebut.
4. Tulislah unsur pendukung tari yang ada pada tari tersebut ( busana, properti, dan iringan tari).


Tari Piring


Tari Jaipong



SENI LUKIS untuk Kelas IX SMP

  SENI LUKIS A. Pengertian Seni Lukis Dibawah ini merupakan beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian seni lukis. 1. Ar...