Sabtu, 09 Januari 2021

Belajar SENI GRAFIS untuk SMP kelas IX

 

SENI GRAFIS

A.      Pengertian Seni Grafis

Seni grafis adalah seni dua dimensi yang diciptakan melalui teknik cetak. Misalnya: cetak sablon (silkscreen), cetak tinggi (seperti stempel), dan cetak datar (lithography). Esensi seni grafis adalah membuat cetakan yang dapat digunakan untuk mentransfer gambar dari cetakan ke media karya (misalnya: kertas).

ecara etimologi grafis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “graphein” yang berarti menulis atau menggambar (Susanto, 2002: 47). Grafis dalam bahasa inggris adalah graph atau graphic yang berarti membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores.

Kata “grafis” mungkin terdengar seperti istilah “gambar” pada “desain grafis”, namun “grafis” yang dimaksud disini adalah seni mencetak manual tanpa mesin cetak. Meskipun mesin cetak adalah teknologi yang lebih canggih saat ini, cetak grafis manual masih terus digunakan.

Seni grafis ialah suatu karya seni rupa dimana metode pembuatan menggunakan teknologi komputer maupun metode cetak. Alat yang dipakai untuk seni grafis ini biasanya memakai kertas atau kain. Seni grafis bija kita jumpai di berbagai pakaian, iklan, majalah, maupun papan reklame.

Seni grafis bersumber dari bahasa Yunani yakni Graphein yang artinya “menulis”. Seni grafis umumnya dimanfaatkan untuk menyampaikan sebuah gagasan atau sebagai alat ekspresi dan visualisaasi agar memikat ketertarikanAlasannya bisa jadi murni karena pilihan estetis seorang seniman dalam memilih teknik dan media. Bisa juga karena metode cetak grafis manual memang lebih efisien dibandingkan dengan mesin cetak, mengingat mesin cetak hanya efektif digunakan dalam produksi skala besar kelas industri.

 

B.      Jenis Karya Seni Grafis dan Teknik

Cetak Tinggi (Relief)

Cetak tinggi adalah kegiatan perbanyakan gambar melalui alat cetak yang terdiri dari dua bagian, yaitu: 1. Bagian menonjol (seperti relief), area yang akan mencetak gambar dan disebut bagian acuan/plat, 2. Bagian  non-image, yaitu area lebih rendah yang sengaja dicukil agar tidak menerima tinta/cat.

Cetak tinggi menurut Rokhmat (1997:40) adalah teknik cetak dengan klise yang permukaanya tinggi rendah, bagian permukaan yang tinggi adalah tempat melekatnya pigmen warna yang merupakan penghasil gambar.

Intinya cetak tinggi membuat cetakan seperti stempel, yaitu membuat relief dengan cara mencukil bahan (biasanya kayu atau karet) agar dapat mencetak gambar yang diinginkan. Karena dulunya bahan yang sering digunakan adalah kayu, terkadang teknik ini juga disebut dengan cetak woodcut.

Sekarang bahan karet (lino) menjadi alternatif yang populer juga karena bahannya yang lunak, sehingga relatif lebih mudah untuk dicukil.




Cetak Datar (Litografi)

Cetak datar melibatkan proses kimia yang akan membuat sebagian permukaan datar dapat menolak tinta. Litografi adalah teknik yang digunakan untuk melakukan teknik ini.

Litografi adalah teknik yang ditemukan oleh Alois Senefelder pada tahun 1798. Teknik ini didasarkan pada tolakan kimia minyak terhadap air. Teknik ini menggunakan batu litograf (limestone) sebagai media gambar yang ingin dicetak menggunakan tinta/alat gambar berbasis minyak.

Setelah gambar yang ingin dicetak selesai digambar diatas batu litograf, batu tersebut akan dilapisi oleh beberapa cairan kimia seperti Gum Arabic, Asam nitrat atau Asam Fosfat, sehingga terjadi reaksi kimia yang akan membuat area yang di telah digambar menerima tinta litograf.

Setelah proses kimia batu terjadi maka tinta litograf dapat disapukan pada permukaan batu. Tinta hanya akan melekat pada partikel tinta berminyak yang telah digambar dan ditolak dibagian lain. Kemudian kertas ditekan oleh alat press pada batu litograf dan akan mentransfer gambar ke kertas.



Cetak Dalam

Cetak dalam adalah kebalikan dari cetak tinggi, dimana pada teknik ini justru bagian yang lebih rendah yang akan menghasilkan gambar. Lalu bagaimana caranya bagian permukaan yang dalam dapat mencetak gambar?

Pertama, Cetak dalam dibuat dengan menggunakna bahan cetak dari aluminium atau kuningan yang permukaannya ditoreh hingga menghasilkan goresan dalam.

Kemudian inta akan dibalurkan pada seluruh permukaan cetakan yang telah ditoreh dalam, kemudian biasanya permukaan akan lap dan hanya menyisakan tinta yang berada dibagian dalam permukaan. Setelah itu kertas yang sedikit dibasahi akan di press atau ditempelkan ke permukaan cetakan,  kemudian tinta akan berpindah pada kertas.

 


Jenis-jenis cetak dalam antara lain: etsa, mezzo tint, drypoint, dsb.

Cetak Tembus / Saring (Teknik Sablon)



Silkscreen atau kain berpori yang sangat halus akan digunakan sebagai media cetak. Silkscreen dilapisi oleh pelapis kimia sablon yang akan menutupi pori-porinya. Setelah itu transfer paper yang memuat gambar yang ingin dicetak akan ditaruh diatas screen, untuk kemudian disoroti lampu pijar yang cukup panas.

Setelah disoroti selama 10-15 menit maka desain gambar yang ditaruh diatas silkscreen akan menempel pada lapisan emulsi sablon di silkscreen. Bagian tersebut kemudian di spray menggunakan air dan membuat bagian emulsi sablon yang ditempeli desain gambar mengelupas, membuka kembali pori yang tertutup oleh emulsi sablon.

Setelah proses diatas, cetakan siap digunakan dengan cara mengaplikasikan cat sablon diatas cetakan yang ditaruh diatas media cetak (kertas/papan/kaos) menggunakan rakel (alat perata cat sablon).

 

C.      Bahan dan Alat untuk Berkarya Seni Grafis

Alat dan Bahan Seni Grafis

Untuk membuat sebuah karya seni grafis, tentunya diperlukan alat & bahan sebagai media cetaknya. Untuk itu, dibawah ini akan dipaparkan apa saja bahan & alat yang dibutuhkan.

ALAT

BAHAN

1.       Pisau

2.       Burin

3.       Pisau pahat

4.       Paku dan besi runcing

5.       Rocker

6.       Screen

7.       Meja sablon

8.       Kamera

9.       Komputer

10.   Printer

11.   Rakel

12.   Alat press bertekanan tinggi

 

1.       Hardboard

2.       Kertas kasa

3.       Besi

4.       Lempeng logam

5.       Batu kapur

6.       Kertas karton

7.       Cat minyak

8.       Tinta

9.       Kertas foto3

10.   Film kamera

11.   Memori kamera

12.   Bahan cuci film (Termasuk soda api, pembersih, dan pemutih)

13.   Ulano

14.   Kromatin

15.   Cat sablon

16.   Bahan afdruk

17.   Contoh Seni Grafis

18.   Stempel

19.   Banner

20.   Poster

21.   Sablon

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SENI LUKIS untuk Kelas IX SMP

  SENI LUKIS A. Pengertian Seni Lukis Dibawah ini merupakan beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian seni lukis. 1. Ar...