Dibawah ini merupakan beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian seni lukis.
1. Aristoteles
Aristoteles menyatakan bahwa seni lukis adalah sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.
2. Galeria Fasya Art Studio
Pengertian lukis menurut Galeria Fasya Art Studio adalah cabang atau bagian dari seni rupa dimana wujud dari lukis itu sendiri merupakan karya dua dimensi “dwi matra”, walaupun memiliki dasar pengertian yang sama dengan seni rupa, namun lukis memiliki arti yang lebih karena lukis merupakan sebuah pengembangan yang lebih utuh dari sekedar menggambar.
3. Harry Sulastianto
Pengertian seni lukis adalah cabang seni rupa murni yang berwujud dua dimensi, biasanya dilakukan di atas kanvas dengan menggunakan cat minyak atau cat akrilik.
4. Herbert Read
Pengertian seni lukis menurut Herbert Read adalah kegiatan rohani yang merefleksikan pada jasmani, dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan perasaan/jiwa.
5. Jim Supangat
Pengertian seni lukis menurut Jim Supangat adalah suatu upaya menegaskan kembali pengalaman masa lalu pada konteks sekarang.
6. Leo Tolstoy
Leo Tolstoy berpendapat bahwa seni lukis adalah ungkapan perasaan pencipta yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.
7. Noryan Bahari
Seni lukis dalam bahasa ungkapan pengalaman artistik dan ideologi seseorang.
8. Sukaryono
Seni lukis adalah ungkapan isi hati dan perasaan yang disebut sebagai bahasa seniman yang dikomunikasikan.
9. Suyanto
Seorang seniman lukis yang satu ini berpendapat bahwa seni lukis merupakan karya seni rupa yang dituangkan dalam bentuk lukisan hasil dari ekspresi jiwa seorang seniman.
10. Soedarso SP.
Selain itu, Soedarso juga berpendapat bahwa lukis merupakan cabang dari seni rupa yang cara pengungkapannya diwujudkan melalui karya dua dimensional dimana unsur-unsur pokok dalam karya dua dimensional ialah garis dan warna.
B. Pengertian Lukisan
Lukisan merupakan cabang dari seni rupa yang cara pengungkapannya diwujudkan melalui karya dua dimensional diamna unsur unsur pokok dalam karya dua dimensional adalah garis dan warna .
C. Pengertian Melukis
Pelukis A.D. Pirous dengan karya lukisnya
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi emosi dan gagasan pencipta secara penuh.
ANALISIS POLA LANTAI & UNSUR PENDUKUNG TARI TRADISIONAL
A. POLA LANTAI
Pola Lantai Tari merupakan garis-garis di lantai yang dilalui penari ketika melakukan gerak tari dari perpindahan tempat satu ke tempat lainnya. Pola yang juga disebut garis imajiner ini sengaja dibuat oleh formasi penari kelompok.
Garis tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari ketika sedang memperagakan tarian. Pola lantai tari bisa dilakukan oleh penari tunggal, berpasangan atau berkelompok, meskipun sebagian besar pola tari dilakukan oleh berkelompok.
Fungsi dari pola lantai yaitu untuk menata gerakan tarian, membentuk komposisi dalam pertunjukan tarian dan menciptakan kekompakan antar anggota penari. Dengan adanya pola lantai, tarian yang disajikan akan lebih indah dan menarik untuk ditonton. Sebenarnya dalam pola lantai terdapat dua garis dasar yaitu garis lurus dan melengkung.
Tujuan dengan menguasai pola lantai yaitu penari akan lebih mudah melakukan perpindahan gerak. Sehingga sang penari akan mengetahui area mana yang menjadi area miliknya tanpa harus khawatir mengganggu atau bertabrakan dengan area penari lainnya.
Garis lurus sendiri terbagi atas tiga jenis yaitu vertikal, horizontal dan diagonal. Namun dengan perkembangan zaman yang semakin maju, pola lantai juga mengalami pengembangan yaitu ada beberapa pola lantai lain berupa zig zag, segitiga, segi empat dan segi lima. Pola lantai melengkung juga mengalami pengembangan yaitu lingkaran, lengkung ke depan, melengkung ke belakang dan angka delapan.
B. UNSUR PENDUKUNG TARI TRADISIONAL
1. Busana dan Tata Rias Tari Tradisional
Peran busana dan riasan dalam per
tunjukan tari tradisional mempunyai fungsi yang penting. Terdapat 2 fungsi dari busana dan tata rias adalah pertama untuk membentuk watak atau karakter dari sang penari dan yang kedua sebagai pembentuk tokoh.
Pada karakter “baik” pada umumnya memakai riasan yang cantik dan bersahaja dengan warna yang sejuk dan tidak mencolok. Sedangkan pada karakter yang “jahat” pada umumnya mengunakan warna yang mencolok seperti warna merah dengan riasan wajah merah dengan mulut yang penuh taring.
Pada beberapa tarian tertentu juga mengambarkan tentang karakter fauna seperti tari merak, maka riasan dan busana yang digunakan biasanya mirip dengan burung merak. Di Indonesia ada beberapa jenis tarian yang mewakili perwujudan fauna seperti : Tari Kijang (Jawa Tengah), Tari Cendrawasih (Bali) dan Tari Burung Enggang (Kalimantan).
2. Properti Tari Tradisional
Properti tari biasanya berwujud benda yang mendukung penari dalam melakukan pertunjukan, misalnya : payung untuk tari payung, tari piring untuk tari piring, lawung atau tombak pada tari lawung. Ada juga yang menggunakan properti seperti : kipas, selendang pada tari merak, keris, tameng dan lain-lain.
3. Tata Iringan Tari Tradisional
Musik sebagai pengiring dalam tari tradisional bisa dibagi 2 jenis yaitu : iringan internal & iringan eksternal. Contoh dari iringan internal adalah tari saman yang penarinya menari sambil menyanyi, selain itu beberapa tarian di Papua, penarinya melakukan gerakan tari sambil membunyikan alat musik tifa. Sedangkan iringan eksternal dilakukan oleh pemain musik di luar penari dan juga bisa menggunakan iringan dari rekaman tape recorder. Fungsi dari musik dalam tarian adalah untuk :
a. Membangun suasana dalam tarian
b. Ilustrasi
c. Untuk iringan gerakan tari
TUGAS
1. Amatilah dan analisis video tari berikut ini dengan cermat.
2. Pilih 1 (satu) tari yang paling Ananda sukai.
3. Gambarlah 4 model pola lantai yang ada pada tari tersebut.
4. Tulislah unsur pendukung tari yang ada pada tari tersebut ( busana, properti, dan iringan tari).
GERAK TARI TRADISIONAL BERDASARKAN UNSUR PENDUKUNG & IRINGAN
Pengertian Tari Tradisional
Tari tradisional adalah tarian yang berkembang dan dilestarikan secara turun-temurun di suatu daerah tertentu. Tarian ini biasanya memiliki berbagai ciri khas yang menonjolkan falsafah, budaya dan kearifan lokal setempat di mana tarian tersebut berkembang. Sehingga dapat ditebak bahwa masing-masing daerah akan memiliki keunikan tersendiri. Terutama di negeri ini, di mana keberagaman masyarakatnya seakan tak terbatas.
Meskipun demikian, sejatinya setiap perbedaan antardaerah tersebut adalah milik kita juga. Seperti dalam pendapat Alwi (2003, hlm. 103) yang menyebutkan bahwa kesenian tradisional adalah kesenian yang diciptakan oleh masyarakat banyak yang mengandung unsur keindahan yang hasilnya menjadi milik bersama (Alwi, 2003 : 1038).
Definisi tari tradisional di atas diperkuat oleh pendapat Sekarningsih & Rohayani (2006, hlm. 5) yang mengungkapkan bahwa seni tari adalah tarian yang telah mengalami perjalanan dan memiliki nilai-nilai masa lampau yang dipertahankan secara turun-temurun serta memiliki hubungan ritual atau adat istiadat.
Kemudian, Hidayat (2005, hlm. 14) berpendapat bahwa tari tradisi ialah tarian yang dibawakan dengan tata cara yang berlaku di suatu lingkungan etnik atau adat tertentu yang bersifat turun temurun.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tari tradisional adalah tarian yang telah berkembang dari masake masa yang telah melewati waktu yang cukup lama di suatu daerah , adat, atau etnik tertentu sehingga memiliki nilai-nilai estetika klasik yang dilestarikan dari generasi ke generasi.
Ciri Ciri tari tradisional
Tari tradisional memiliki beberapa ciri yang membuatnya berujung pada kategorisasi tradisi. Beberapa ciri tersebut meliputi:
Memiliki pakem atau aturan gerakan dasar yang wajib diikuti.
Diiringi oleh musik tradisional khas daerah setempat.
Mengenakan kostum pakaian tradisional khas daerah setempat.
Diajarkan dan dipelajari secara lisan atau dari mulut ke mulut secara langsung dari generasi lama ke generasi penerusnya.
Mengandung filosofi yang berasal dari buah pikiran kearifan lokal setempat.
Memiliki fungsi sosial adat seperti untuk untuk kepentingan upacara adat atau kegiatan lokal lainnya.
Terkadang memiliki syarat khusus berupa waktu, tempat, dan bahkan hanya beberapa orang terpilih saja yang diperbolehkan membawakannya.
Fungsi Tari Tradisional
Secara umum, Hidayat (2005, hlm. 5) berpendapat bahwa keberadaan tari tradisional memiliki nilai dan hasil guna yang memberi manfaat pada masyarakat khususnya dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Sedyawati (1986 : 179), mengemukakan bahwa fungsi tari tradisional sangat beragam dan bersifat mistik. Contohnya: sebagai pemanggil kekuatan supranatural (ghaib) hingga pemujaan arwah nenek moyang, dan sebagai perlengkapan upacara.
Menurut Soedarsono dalam (Sekarningsih, 2006, hlm.5) fungsi tari tradisional meliputi berbagai sarana untuk upacara adat tergantung dari kebudayaan masing-masing daerah yang memegang tradisi. Fungsi-fungsi tersebut meliputi:
Upacara Ritual, dalam fungsi ini tari harus memenuhi kaidah yang telah turun-temurun dijaga menjadi tradisi. Biasanya diselenggarakan pada saat tertentu dan dilakukan oleh orang-orang tertentu pula. Terkadang tari upacara ritual juga harus menyajikan sesaji di tempat-tempat tertentu.
Upacara penobatan Raja atau Kepala Adat seperti pada Tari Bedhaya Ketawang dari Jawa Tengah.
Upacara kematian seperti pada Tari Mapeliang dari Sulawesi.
Upacara untuk membangun rumah seperti pada tari Seru Kju No Gawi di daerah Timor.
Berdasarkan berbagai kutipan dan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi tari tradisional terbagi menjadi beberapa peran utama. Yaitu, tari tradisi sebagai upacara adat yang secara khusus berfungsi sebagai sarana upacara agama dan adat, tari untuk bersenang-senang atau tari pergaulan sosial, dan tari sebagai hiburan teatrikal atau tontonan rakyat.
Jenis Tari Tradisional
Meskipun terdengar sudah mengerucut, sebetulnya tarian tradisional masih memiliki beberapa kategori yang membedakannya. Misalnya, menurut Humardani (1983, hlm. 6) berdasarkan nilai artistik garapannya, tari tradisional dapat dibedakan menjadi beberapa tarian berikut ini.
A. Tari Primitif,
Merupakan tarian yang gerak maupun iringannya masih sederhana. Secara umum dapat dikatakan bahwa penggarapan koreografinya belum dilakukan secara serius. Busana kostum dan tata riasnya juga masih kurang diperhatikan. Tari tradisional jenis ini jarang dipentaskan bahkan sudah jarang dijumpai keberadaannya, kemungkinan tari ini hanya dapat ditemui di daerah terpencil atau pedalaman saja.
Pengertian
Tari primitifadalah sebuah tarian yang berkembang diruang lingkup masyarakat primitif yang belum memiliki peradaban.
Kehidupan masyarakat primitif masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Tari yang dilakukan lebih menekankan pada penyembahan roh atau arwah leluhur, meminta berkah hujan dan lainnya.
Ciri-Ciri
Ciri yang ditonjolkan dari tari primitif adalah sebuah sifat yang magis dan sakral. Pola hidup masyarakat pada masa itu cenderung percaya bahwa alam memiliki kekuatan yang bersifat magis.
Tarian ini munculnya dilakukan dengan spontanitas, tak ada peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang seragam dan tertentu.
Gerakan tari primitif cukup sederhana, seperti menirukan gerakan hewan, menirukan gerakan alam dengan gerakan-gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan kepala, dan bergerak melingkar mengelilingi api unggun sambil bersuara yang membangun ritmis dari penari.
Kostum bercirikan kesederhanaan, dalam tari primitif gerak dan iringan yang didominankan. Bertujuan untuk pengungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang dinginkan.
Jenis-Jenis
Tari primitif dibagi menjadi 3 jenis, sebagai berikut.
Tari religius, merupakan tari yang digunakan sebagai sarana upacara, seperti tari pemujaan kepada roh, kesuburan.
Tari dramatik, merupakan tarian yang menggambarkan peristiwa dalam kehidupan mereka, seperti tari perang, tari percintaan.
Tari imitatif, merupakan tarian yang meniru alam sekitarnya dan menirukan sesuatu yang sedang diburu, seperti tari binatang.
Contoh
Tarian Ular, (fungsi untuk mejaga penduduk kampung).
Tarian Langgai, (fungsi menyatukan dengan lingkungan dan menjaga lingkungan).
Tari Kuna dan Tari Rontek Singo Wulung, (fungsi untuk meminta turun hujan).
Tari Tor-tor, (fungsi untuk ritual dengan Roh).
Tari Perang Sanudhe, (fungsi untuk hiburan pada hari besar).
Tarian Tellu O'tul, (fugsi sebagai hiburan).
Tari Sasemba, (fungsi untuk memberikan kedamaian suku).
Tari Tobe, (fungsi untuk mengobarkan semangat prajurit untuk perang).
Tari Ketaga, (fungsi untuk memberi semangat prajurit untuk perang).
Tarian Hudog, (fungsi untuk mengenang para leluhur).
B. Tari Klasik,
Yaitu tari tradisi yang sudah mapan atau baku baik dari segi gerak, maupun iringannya. Tari klasik merupakan tarian yang sudah mendapatkan banyak perhatian dan biasanya digarap secara serius oleh masyarakatnya dan mendapatkan dukungan penuh dari tetua, bangsawan, atau raja suatu daerah yang telah mencapai nilai artistik cukup tinggi karena telah menempuh perjalanan yang cukup panjang (sudah mengalami masa kejayaan).
Tari klasik merupakan salah satu jenis tari tradisional yang lahir dan berkembang di lingkungan keraton dan sudah ada sejak zaman dulu. Tari klasik biasanya diturunkan secara turun temurun pada kalangan bangsawan.
Tari klasik mempunyai beberapa ciri khas antara lain :
Masih berpedoman pada pakem tertentu
Memiliki makna yang dalam
Tatarias
Kostum yang digunakan para penari
Berikut adalah beberapa contoh tarian klasik beserta gambarnya:
1. Tari Klana
Tari Topeng Klana adalah gambaran seseorang yang bersifat buruk, serakah, penuh amarah dan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu. Sebagian dari gerak tarinya menggambarkan seseorang yang tengah marah, gandrung, mabuk, tertawa terbahak-bahak, dan sebagainya.
Tarian ini diiringi oleh lagu dari Gonjing yang dilanjutkan dengan Sarung Ilang. Struktur tarinya seperti halnya topeng lainnya, terdiri atas bagian tari yang belum memakai kedok dan bagian tari yang memakai kedok.
Tari Topeng Klana dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
Bagian pertama, adalah tai roping klana yang diiringi dengan lagu Gonjing dan sarung Ilang.
Bagian kedua, adalah tari Klana Udeng yang diiringi lagu Dermayonan.
Tari topeng Klana sering pula disebut tari topeng Rowana. Sebutan tersebut mengacu pada salah satu tokoh yang ada dalam cerita Ramayana, yakni tokoh Rahwana. Kebetulan, karakternya sama persis dengan tokoh Klana dalam cerita Panji.
Tari topeng kelana diyakini dulu sebagai tari yang hanya dipentaskan di dalam lingkungan kerajaan. tari ini dibawakan oleh sang raja dan hanya dipertontonkan kepada perempuan dalam lingkungan kerajaan.
Tari topeng kelana biasanya dipentaskan oleh laki-laki. Sejalan perkembangan zaman, kini perempuan juga banyak yang mementaskan tarian topeng kelana. Tari topeng kelana biasa beranggotakan oleh 4-6 orang penari.
Gerakan dalam tarian ini memerlukan keluwesan untuk bisa mementaskannya, tapi penampilannya harus terlihat energik dan bersemangat. Tarian dari Jawa Barat ini sangat menarik untuk ditonton.
2. Tari Gambir Anom
Tari Gambir Anom adalah contoh tarian klasik yang berasal dari Surakarta Jawa Tengah. Tarian ini seakan-akan bisa menghipnotis para penonton yang menyaksikan pertunjukan kesenian tersebut.
Tarian ini memiliki banyak sekali keunikan mulai dari sejarah, kostum, hingga alat musik pengiringnya. Sejarah dari tari gambir tidak banyak diulas oleh para seniman, tapi diketahui kesenian telah ada sejak Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarata.
Kisah cerita dalam tarian ini tentang tokoh Irawan yang merupakan putra Arjuna tengah jatuh cinta pada lawan jenisnya.
Keunikan dari gerakan ini juga dapat kita lihat dengan jelas. Selain memamerkan gerakan yang gemulai, tari ini juga sedikit banyak memperlihatkan gerakan pantonim seperti berdandan, bingung dan lain sebagainya.
Ketika tarian ini dipertunjukkan dalam sebuah acara penghormatan biasanya penari akan mengalungkan sampur yang menjadi propertinya pada tamu agung tersebut. Hal itu menandakan penari mengajak tamu kehormatan tersebut untuk ikut menari bersamanya.
Selain sebagai media hiburan, secara tidak langsung tari klasik dari Jawa Tengah ini memiliki fungsi yang tersirat. Fungsinya sebagai sebuah nasehat bagi para pemuda dalam menghadapi masa remajanya dimana mulai merasa jatuh cinta.
3. Tari Kethek Ogleng
Seperti yang pernah dibahas, Tari Kethek Ogleng adalah salah satu Tari Tradisional Jawa Timur yang para penarinya berpenampilan cukup menyeramkan. Disebut menyeramkan karena para penarinya berpenampilan seperti Kethek.
Selain menjadi contoh tari klasik, ada hal unik pada tarian yang satu ini. Dimana tarian ini merupakan tari yang gerakannya menirukan tingkah lakunya kethek atau dalam bahasa dinamakan kera (monyet).
Awal kisahnya menceritakan seekor kera jelmaan Raden Gunung Sari dalam cerita Panji. Ia berupaya mencari Dewi Sekartaji yang menghilang dari istana. Untuk mengelabuhi penduduk agar bebas keluar masuk desa dan hutan, maka Raden Gunung Sari menjelma jadi seekor kera putih yang lincah.
Pada pertunjukannya disajikan berbeda-beda. Ada yang 4 penari, 6 penari, bahkan lebih. Tapi rata-rata tarian ini dibawakan oleh 4 penari, 3 penari perempuan dan 1 orang berperan sebagai kera.
Tarian ini diawali dengan masuknya ketiga penari perempuan ke panggung. 2 penari dari ke 3 penari perempuan tersebut memerankan sebagai dayang dan yang satunya memerankan sebagi putri kerajaan yaitu putri Dewi Sekarjati.
4. Tari Piring
Contoh tari klasik terakhir adalah Tari piring, merupakan tarian yang berasal dari suku Minangkabau yang sudah begitu terkenal di dunia. Tari piring dipercaya telah ada sejak sekitar abad ke 12 Masehi, terlahir dari kebudayaan asli masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat.
Sebelum masuknya Islam, masyarakat Minangkabau mayoritas masih beragama Hindu, Budha, dan sebagian Animisme. Jadi awal mula tarian ini tercipta untuk persembahan kepada dewa karena limpahan panen yang telah diberikannya.
Masuknya Islam ke pulau Sumatera pada abad ke 14 secara tidak langsung ikut mempengaruhi perkembangan Tari Piring. Peruntukan Tari Piring berubah semenjak agam islam menjadi mayoritas di masyarat. Tarian ini dipertunjukan hanya untuk acara hajatan atau hiburan semata.
Gerakan dalam Tari Piring adalah perpaduan yang laras antara seni tari yang akrobatis, indah, dan gerakan bermakna magis. Gerakan yang ditampilkan sangat beragam. Tarian ini berisikan 3-5 penari, ada juga yang berpasangan dengan lawan jenis.
Gerakan-gerakan tersebut secara keseluruhan sebetulnya menceritakan tentang tahapan-tahapan kegiatan dalam budidaya tanaman padi. Dimana hal tersebut menjadi mata pencaharian masyarakat minang tempo dulu.
5. Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang merupakan tari klasik dari Surakarta. Tarian ini dianggap sebagai simbol pertemuan antara Ratu Kencanasari atau Ratu Pantai Selatan dengan pendiri kerajaan Mataram yakni Panembahan Senapati. Pertemuan sakral direaktualisasikan lewat bahasa gerak Simbolis oleh sembilan penari wanita menjadi kekuatan kontekstual pada bentuk koreografi tariannya. Tarian ini seolah melukiskan jalinan cinta kasih antara raja Mataram dengan Kanjeng Ratu Kidul, maka busana yang dikenakan penari layaknya mempelai putri keraton, mengenakan kain dodot ageng, kain cinde, sampur, dan buntal.
Tari Bedhaya Ketawang dipergelarkan saat peringatan ulang tahun kenaikan tahta atau disebut juga saat jumenengan Sang Raja di keraton. Pada saat dipentaskan tari tersebut akan terasa suasana yang lain dari biasanya. Lebih-lebih ketika terdengar suara rebab yang digesek, mengiringi keluarnya para penari dari Dalem Agung Prabasuyasa menuju ke Pendapa Agung Sasana Sewaka. Suasana menjadi hening, tenang, dan penuh kesunyian.
Kesembilan penari dengan tenang dan khidmat berjalan dengan sikap yang anggun dan agung. Sesampainya dihadapan Sinuhun, para penari itu duduk bersila.
C. Tari Rakyat,
Tarian ini memiliki gerakan dan pola langkah yang sederhana dan cukup mudah untuk dipelajari, meskipun telah mengalami penggarapan koreografi yang serius. Karena, tari rakyat terlahir dari budaya masyarakat pedesaan yang berada di luar tembok Keraton. Katakanlah tarian ini diciptakan dari dan untuk dinikmati oleh rakyat, sehingga tidak ada beban khusus terhadap kerajaan atau pihak penguasa lain yang menuntut nilai estetika agung.
Berdasarkan pembagian tari memang terbagi menjadi Tari Rakyat, Tari Klasik (Tradisional) kemudian tari modern atau Kreasi baru. Namun untuk kali ini kita akan bahas mengenai tari Rakyat. Tari rakyat adalah Seni Tari yang hidup dan berkembang pada masyarakat tertentu sejak jaman primitif sampai sekarang. Tari Rakyat tidak pernah mengalami perubahan yang signifikan. Tari rakyat ini gerakannya cenderung diulang-ulang alias sedikit variasi dari jaman primitif sampai sekarang. Hanya saja sekarang ini tari rakyat tidak hanya menggunakan iringan musik yang sederhana seperti dulu, namun sekarang sudah menggunakan alat musik Gamelan.
Tari Rakyat terkesan masih lugu, masih sangat sederhana. Tari rakyat biasanya jarang diketahui penciptanya. Walaupun tari rakyat ini sederhana, namun masih tetap memperhatikan unsur-unsur tari. Tari rakyat ini terkadang tidak memiliki gerakan yang baku dan sudah paten. Artinya jika tari tersebut diperagakan terkadang gerakannya berubah-ubah. Yang terpenting adalah gerak yang bermakna.
Seni tari rakyat sebagai wujud ekspresi penari dengan gerakan yang simple yang digunakan untuk kegiatan ritual keagamaan dan upaya magis untuk tujuan tertentu. Tari ini biasanya memiliki kekuatan magis yang orang awam tidak bisa mendeteksinya.
Musik ansambel adalah bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik dan kemudian memainkan lagu dengan aransemen yang sederhana. Kata ansambel sendiri berasal dari Bahasa Perancis yang mempunyai arti rombongan musik dan ansambel dalam kamus musik mempunyai definisi kelompok kegiatan musik. Musik sendiri digunakan banyak orang saat sedang belajar karena dipercayai sebagai salah satu cara menghindari stress saat belajar.
B. Jenis-Jenis Musik Ansambel
Musik ansambel terbagi menjadi dua kelompok, yaitu musik ansambel sejenis dan musik ansambel campuran. Berikut penjelasannya :
1. Musik Ansambel Sejenis
Musik ansambel sejenis adalah salah satu bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan alat-alat sejenis. Contohnya : ansambel rekorder.
2. Musik Ansambel Campuran
Musik ansambel campuran adalah salah satu bentuk penyajian musik ansambel dengan menggunakan beberapa alat music. Contohnya : ansambel pianika, ansambel gitar, ansambel triangle, dll. Apabila anda belum mempunyai keahlian dalam memainkan gitar,tentu anda bisa belajar dengan membaca cara cepat belajar gitar dengan mudah.
Selain musik ansambel bisa digolongkan menjadi 2 jenis yaitu musik ansambel sejenis dan musik ansambel campuran, musik ansambel pun bisa digolongkan menjadi 3 macam apabila kita melihat dari aspek fungsi dari alat-alat music yang digunakan.
Berikut 3 macam musik ansambel dilihat dari aspek fungsi alat musik yang dipakai :
1. Musik Ansambel Melodis
Alat musik yang digunakan dalam musik ansambel melodis adalah alat musik yang dimainkan dengan tujuan menghasilkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi sebuah lagu. Contoh : piano, harmonika, rekorder, terompet.
2. Musik Ansambel Ritmis
Musik ansambel ritmis dalam penyajiannya menggunakan alat musik yang gunanya agar mengatur irama sebuah lagu. Contoh : Drum set, triangle, gong, gendang, dan tamborin.
3. Musik Ansambel Harmonis
Musik ansambel harmonis memakai alat musik yang dapat berperan ganda yaitu sebagai memainkan rangkaian nada-nada dan mengatur irama dari sebuah lagu.
Musik ansambel pada hakikatnya mempunyai definisi memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan berbagai alat musik secara bersama-sama. Apabila kelompok tersebut merupakan musik ansambel sejenis sudah tentu mereka memainkan musik secara bersama-sama dengan satu jenis alat musik saja namun kalau kelompok tersebut merupakan musik ansambel, itu berarti mereka mengkombinasikan beberapa jenis alat musik yang berbeda-beda untuk dimainkan.
Musik ansambel memang menawarkan penyajian musik dengan kemasan yang menarik karena setiap personil harus bekerja sama untuk menciptakan suara yang harmonis. Oleh karena itu musik sendiri pun dipecayai dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus dan melatih otak kanan. Bahkan bayi dengan diperdengarkan musik saat masih di kandungan saja dapat meningkatkan IQ bayi tersebut.
C. Mengenal Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis
Dengan memahami tangga nada akan memberikan gambaran tentang nada apa yang harus dimainkan pada akor tertentu. Dengan kata lain menguasai tangga nada akan mempermudah kamu ketika memainkan sebuah lagu dengan alat musik.
Tangga nada sendiri mempunyai definisi sebagai sekumpulan not musik yang disusun secara berurutan dari nada rendah hingga tinggi.
Dalam dunia musik tangga nada dibagi menjadi 2 yaitu Diatonis, Pentatonis. Dari kedua nada tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda, untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan berikut ini.
D. Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis
Jenis tangga nada Diatonis ini akan sering kamu temukan pada musik-musik mode atau kontemporer. Nada Diatonis disusun terdiri dari 7 komposisi nada primer dengan interval 1 atau setengah setiap nadanya. Nada diatonis terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la.
Untuk jenisnya nada Diatonis dibagi menjadi 2 tipe, nada minor dan mayor. Keduanya memiliki perbedaan sebagai berikut:
1. Tangga Nada Diatonis Mayor
Penggunaan diatonis mayor biasanya menghasilkan nada-nada lagu yang ceria seperti lagu anak, atau lagu pop upbeat lainnya.
Biasanya para pemula akan memilih musik-musik yang menggunakan nada diatonis mayor karena diantara jenis tangga nada lainnya, Diatonis Mayor paling mudah untuk dipelajari.
Beberapa contoh lagu-lagu yang menggunakan tangga nada diatonis mayor seperti Bintang Kecil, Halo-Halo Bandung, Bintang Kejora, dan Cicak.
2. Tangga Nada Diatonis Minor
Sedikit berbeda dengan Diatonis Mayor, jenis nada tangga Diatonis Minor hanya memiliki nada primer dan belum mendapat sisipan (kromatis) atau secara singkat, Diatonis Minor umumnya memiliki setengah nada.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari musik yang dihasilkan. Nada Diatonis Minor biasanya terdengar lebih sendu atau sedih. Untuk jenisnya terbagi menjadi tiga yaitu, minor asli, minor harmonis, dan minor melodis.
Beberapa contoh lagu yang menggunakan nada Diatonis Minor seperti, lagu Syukur, Ayam den Lapeh, Ibu Kita Kartini, Hymne Guru, mengheningkan cipta, Tuhan (Bimbo).
3. Tangga Nada Pentatonis
Jika nada Diatonis terdiri dari 7 nada, Pentatonis hanya memiliki 5 nada primer. Alat musik yang biasa dimainkan dengan nada Pentatonis ini seperti Calung, Gamelan, gambang kromo, tifa, indiokardo empat dawai dan masih banyak lainnya.
Penggunaan tangga nada Pentatonis biasanya sering kita jumpai pada lagu-lagu rakyat (folklore).
Untuk jenisnya sendiri nada Pentatonik terbagi menjadi dua yaitu, Pentatonis Pelog dan Slendro.
Pentatonik Pelog memiliki karakter musik yang syandu, hormat, dan khidmat. Adapun beberapa contoh lagu yang menggunakan nada Pentatonik Pelo seperti, pitik tukung, Ngusak Asing, Macepet-Cepetan, Gundul-Gundul Pacul.
Sedangkan Pentatonik Slendro memiliki karakter musik lebih dinamis, semangat, dan riang gembira. Beberapa contoh lagu yang menggunakan Tangga Nada Slendro Janger, Lir Ilir, Cing Cangkeling, dan Te Kate Dinah.
Menurut Danesi (2004: 223), komik adalah narasi yang dibuat melalui beberapa gambar berderet yang disekat oleh garis-garis horizontal, strip atau kotak (panel), dan dilengkapi oleh teks verbal dari kiri ke kanan (runtut).
Meskipun komik dilengkapi oleh bahasa verbal berupa kata-kata, namun gambar dalam komik sendiri dapat memberikan pesan non-verbal. Gambar, terutama gambar berderet dapat menghasilkan suatu pesan tanpa kata-kata. Semua komik secara tidak langsung akan memuat gambar seperti itu.
Sementara itu Setiawan (2002: 22) berpendapat bahwa pengertian komik secara umum adalah cerita bergambar yang biasanya terdapat dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk, pada umumnya cerita komik mudah dicerna dan lucu.
Beberapa Ahli berpendapat bahwa komik sama dengan cerita bergambar. Namun dalam cerita bergambar, biasanya gambar hanya digunakan untuk menjadi ilustrasi untuk cerita. Gaya peletakan balon kata dalam cergam juga terbatas, sementara komik jauh lebih dinamis dan kompleks. Komik lebih cocok disebut sebagai gambar yang bercerita.
Dapat disimpulkan bahwa komik adalah karya seni yang terdiri dari komposisi gambar dan tulisan/huruf sebagai sarana untuk menyampaikan pesan atau cerita melalui teks atau verbal, maupun non verbal (pesan atau cerita yang dihasilkan oleh gambar).
Konsep Menggambar Komik
Menggambar komik tidak hanya menuntut kemampuan menggambar yang baik saja, tetapi juga membutuhkan keterampilan membangun karakter, tokoh dan runtutan peristiwa dari suatu kisah. Kemampuan untuk menyelaraskan pesan lewat gambar dan tertulis juga menjadi kemampuan yang harus diasah untuk menciptakan komik yang baik.
Gambar harus sesuai dengan tulisan, begitu juga sebaliknya, tulisan harus mampu memberikan konteks yang tepat bagi gambar. Tanpa keselarasan, keduanya tidak akan saling membantu untuk memberikan kisah atau pesan yang ingin disampaikan dengan baik dan jelas. Gambar dan tulisan yang tidak selaras justru malah akan mengaburkan cerita yang ingin dikisahkan.
Syarat Menggambar Komik
1. Menentukan Topik dan Tujuan
Topik adalah hal utama yang harus ditentukan dalam menggambar komik. Agar semua yang erhubungan dengan teknis komik dapat ditentukan juga dari awa. Imaji yang tercipta melalui komik harus sesuai dengan topiknya. Tujuan komik juga penting untuk ditentukan, apakah komik akan menyampaikan suatu pesan tertentu, atau hanya berupa hiburan.
Komik adalah media yang tidak hanya dapat digunakan untuk menghasilkan hiburan semata. Bisa saja kita menggunakan media yang powerful ini untuk menyampaikan tata-cara teknis tertentu. Misalnya komik ditujukan untuk menunjukkan bagaimana teknis pelaksanaan upacara yang baik.
Melalui topik dan tujuan yang telah ditentukan, kita juga dapat mulai menentukan tokoh dan karakter yang akan dibuat. Fungsi tema di dalam menggambar komik adalah untuk menjadi acuan bentuk visualisasi dan kata yang cocok untuk memperkuat gambar visual terhadap pesan atau cerita komik. Misalnya, ketika kita tau bahwa tema komik adalah tema relijius, maka kita harus menciptakan berbagai tokoh dan gaya gambar yang relijius pula.
Ya, fungsi penentuan karakter dan tokoh merupakan hal penting dalam menggambar komik, karena tokoh atau karakterlah yang berperan menjadi aktor dalam cerita. Mereka memegang peranan utama dalam menceritakan suatu kisah atau pesan yang ingin disampaikan dalam suatu komik.
Menggambar komik ibaratnya sama seperti menulis cerpen, namun kita tidak hanya bercerita melalui kata, namun melalui aspek visual (gambar) juga. Komik bahkan dapat dibuat berdasarkan cerita yang sudah ada, misalnya berbagai cerita rakyat yang sudah ada seperti timun mas, malin kundang, hingga ke Cinderella dan kisah lainnya. Proses tersebut biasanya disebut dengan proses transformasi (mengubah cerpen/sastra menjadi komik).
2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat
Komik harus dibuat dengan kalimat yang singkat dan mudah diingat. Mengapa? karena teks yang dapat disematkan dalam komik terhitung cukup terbatas. Gambar akan mendominasi komik. Untuk itu pilihlah kata yang singkat namun cukup jelas.
Selain itu berbagai dialog yang terdapat pada komik haruslah mudah diingat. Buatlah kalimat yang berkesan dan sesuai dengan gambar pendukungnya. Sehingga pesan atau kisah yang disampaikan komik dapat dengan mudah dicerna dan dapat diingat dengan baik oleh pembaca.
3. Menggunakan Gambar
Menggunakan gambar disini maksudnya bukan hanya sekedar gambar. Gambar dalam komik bukan menjadi support atau penunjang jalan cerita yang ingin di. Dalam komik gambar tidak hanya berupa ilustrasi untuk menunjang cerita, namun harus menjadi suatu kesatuan dengan teks yang ada. Gambar juga bahkan harus seakan dapat menghasilkan bunyi menggunakan tulisan sebagai penunjang konteksnya.
Bahan dan Alat Menggambar Komik
Kebutuhan bahan dan alat gambar komik hampir sama seperti peralatan menggambar pada umumnya. Hanya saja ada beberapa alat khusus yang dapat membantu proses pembuatan komik secara manual.
Perlu diketahui bahwa meskipun kebanyakan hari ini komik diolah secara digital menggunakan perangkat komputer grafis, namun cara manual tetap digunakan. Apalagi pada berbagai komik karya agung yang mendunia. Kombinasi teknik manual dan digital masih memberikan hasil yang jauh lebih maksimal daripada menggunakan salah satunya saja.
1. Kertas Gambar.
Sudah dapat ditebak bahwa menggambar pasti membutuhkan media datar penampung gambar seperti kertas. Dalam menggambar komik, akan lebih mudah bila kita telah menyediakan kertas yang berukuran sesuai dengan ukuran kertas komik yang akan dicetak nantinya.
2. Pensil Gambar.
Pensil masih menjadi alat utama menggambar disini. Shading tidak harus terlalu mendetail ketika menggambar masih menggunakan kertas. Pensil disini digunakan hanya untuk membuat sketsa atau outline. Komik biasanya akan dipertebal oleh pena atau drawing pen nantinya. Komik cenderung menggunakan alat yang dapat digunakan menggambar secara freehand tanpa kuas.
3. Alat Pewarna.
Biasanya komikus professional menggunakan cat khusus yang tingkat saturasinya kuat. Karena komik cenderung membutuhkan warna murni yang pekat dan cerah. Media warna yang dapat digunakan meliputi: pensil warna, cat poster, crayon, dsb. Alat pewarna bisa jadi tidak diperlukan jika pewarnaan akan dilakukan pada aplikasi komputer grafis.
4. Pena.
Biasanya pena lebih dipilih untuk menggambar garis luar (outline) komik. Karena pena dapat diatur ketebalan garisnya. Terdapat pena khusus yang dirancang untuk menggambar komik. Pulpen lainnya juga dapat digunakan, terutama pulen yang dapat mencapai tingkat kehitaman yang sangat pekat, karena komik membutuhkan outline yang tegas dan kuat.
Langkah-langkah Menggambar komik
1. Tentukan tema komik
2. Tentukan Isi atau jalan cerita
3, Kembangkan tokoh-tokoh, baik secara teks (sifat tertulis) maupun gambar karakter
4. Siapkan latar belakang cerita, dengan beberapa sampel visual wujud nyata gambar latar
5. Buat alur cerita komik jika diperlukan
6. Siapkan naskah berupa storyboard visual
7. Mulai garap komik, adegan demi adegan sesuai dengan storyboard dan semua hal yang telah dipersiapkan (improvisasi sangatlah diperbolehkan).
Tari adalah gerak tubuh seseorang secara birama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud dan pikiran.
Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa unsur, yaitu wiraga (raga), wirama (irama), dan wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis dan unsur yang paling utama dan membangun sebuah tarian adalah gerak.
Tari kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dengan tari tradisional klasik. Gerak ini berasal dari satu daerah atau berbagai daerah di Indonesia. Selain bentuk geraknya, irama, rias, dan busanannya juga merupakan hasil modifikasi tari tradisi.
Bentuk tari yang lebih baru lagi misalnya tari pantomin (gerak patah-patah penuh tebakan), operet (mempertegas lagu dan cerita), dan kontemporer (gerak ekspresif spontan, terlihat tak beraturan tapi berkonsep).
Pada garis besarnya tari kreasi dibedakan menjadi dua golongan, yaitu tari kreasi berpolakan tradisi dan tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi (non tradisi). Berikut penjelasannya.
a. Tari kreasi berpolakan tradisi
Merupakan kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam koreografi, musik/karawitan, tata busana dan rias, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada pengembangan tidak menghilangkan esensi ketradisiannya.
b. Tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi (non tradisi)
Merupakan tari yang garapanya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana maupun tata teknik pentasnya.
Tari kontemporer merupakan jenis tarian yang terpengaruh dampak modernisasi serta bersifat bebas dan tak terikat oleh ketentuan gerak sebagaimana pada tarian tradisional. Salah satu contoh tari kontemporer seperti tari Cak Rina karya Sardono W. Kusumo dan tari Yapong karya Bagong Kussudiarjo.
Sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kontemporer’ sendiri memiliki arti ‘pada waktu yang sama’ atau ‘masa kini’. Dengan begitu, tari kontemporer dapat diartikan sebagai tarian yang menggambarkan keadaan masa kini dan saat diciptakan memiliki ketentuan di luar dari tari pada umumnya.
Tujuan dari hadirnya tari kontemporer ternyata ada banyak ragamnya. Di antaranya untuk tujuan pendidikan, komunikasi, hiburan/reksiasi semata, dan arstistik yang bisa dinikmati seniman lain.
Meski gerakannya terkesan bebas, tari kontemporer juga memiliki ciri khas tersendiri. Berikut ini adalah ciri-ciri dari tari kontemporer:
Geraknya cenderung menentang kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam tari tradisi maupun tari yang telah mapan yang berlaku dalam masyarakat,
Ekspresi yang dimunculkan adalah ekspresi pribadi bukan ekspresi komunitas tertentu atau etnik tertentu, dan tidak bersifatkan kolektif,
Sumber garapan gerak boleh bebas, namun sesuai dengan tema tari apakah bersumber dari tari tradisi atau pencaharian di studio tari,
Pola iramanya baik musik dan gerak tidak selalu bersifat ritmis dan melodis, malah sering lepas dari melodis dan ritmis,
Naskah atau konsep cerita yang diungkapkan melalui karya tari tersebut mesti yang berhubungan dengan masalah kemanusiaan yang kekinian,
Musik dan tari tidak menyatu dalam satu pola irama, namun menyatu dalam suasana. Musik merupakan bagian dari cerita tarian atau konsep garapan,
Durasi atau waktu pertunjukan apabila diulang selalu tidak konstan, begitu juga ekspresi penari, bentuk gerak dan tekanan atau aksennya pun tidak konstan,
Sulit untuk mengulangi pertunjukannya agar persis sama, dan tidak dapat dipertahankan keberadaanya dalam waktu yang lama.
TARI MODERN
Tari Modern
a. Pengertian
Suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang sejak dari awal abad 20. Dilihat dari latar belakang sejarah, tari modern ini sebenarnya dipelopori oleh penari-penari dari Amerika Serikat dan dari beberapa negara dari Eropa Barat. Tarian ini keluar dari batasan-batasan yang kaku seperti tari Balet Klasik. Gerakan tari modern dipelopori oleh Isadora Duncan Pengertian, Ciri Ciri, Jenis Dari Tari Modern.
b. Ciri-Ciri Tari Modern
1.Penggarapan yang kreatif
2.Tuntutan keasyikan
3.Kepuasan batin
4.Kekokohan solidaritas
5.Popularitas yang tidak menentu
6.Berbobot kreatif.
7.Ciri Khas yang dimiliki Tari Modern
Ciri khas gerak tari Modern
Ragam gerak tari yang didukung oleh para pekerja atau buruh biasanya berirama cepat, dinamis, dan romantis karena dilakukan di tempat terbuka dalam Pengertian, Ciri Ciri, Jenis Dari Tari Modern.
Ciri khas iringan, tata rias, dan tata busana tari Modern
Bentuk musik pengiring tari mancanegara, biasanya berupa alat-alat tradisional khas negara tempat tarian itu lahir atau pun alat musik modern untuk jenis-jenis tarian yang lebih baru. Tata rias dan busananya pun disesuaikan dengan ciri khas negaranya masing-masing dari Pengertian, Ciri Ciri, Jenis Dari Tari Modern.
d. Jenis Tari Modern
1. Balet
Balet berakar dari acara pertemuan ningrat Italia di masa pencerahan. Balet dikembangkan dalam bentuk ballet decour.
2. Tari Tango
Merupakan tari pergaulan asal Amerika dan birama iramanya 2/4 atau 4/4, sedangkan temponya sedang.
3. Tari Flamenco
Termasuk tari pergaulan asal Andalusia Spanyol Selatan. Tarian ini diiringi gitar, tepukan tangan, hentakan kaki, dan seruan penonton.
4. Tari Salsa
Adalah tarian berpasangan yang berasal dari Spanyol yang menggunakan irama delapan ketukan.
5. Tari Disko
Adalah tarian pergaulan yang berasal dari Amerika Serikat pada tahun 1950-an.
6. Tari Waltz
Termasuk jenis tari berpasangan yang terkenal dengan birama iramanya ¾. Tarian ini berasal dari tari weller (tarian petani Jerman) dan tari Leander(tarian Austria).
7. Break Dance
Termasuk tari tunggal yang berasal dari kelompok pekerja Negro Amerika. Bentuk tariannya berupa gerakan patah-patah atau stakato dan bersifat akrobatik.
8. Tari Kontemporer
Tari kontemporer kembangan dikenal karena adanya pengaruh dampak modernisasi