Minggu, 31 Januari 2021

ARANSEMEN DALAM VOKAL GROUP

 


ARANSEMEN

DALAM VOKAL GRUP

Pengertian Aransemen
        Aransemen berasal dari bahasa Belanda yakni “Arrangement” yang artinya ialah penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen musik yang didasarkan atas sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah. Orang yang melakukan aransemen lagu dikenal dengan sebutan Aranger atau pengaransemen. Modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang arranger ialah menguasai pengetahuan tentang harmoni.

Aransemen Vokal
        Setiap lagu dapat disusun aransemen khusus vokal ialah dalam dua suara, tiga suara, empat suara. Untuk menyusun aransemen vokal, yang paling mudah ialah menyusun aransemen lagu dalam dua suara, karena untuk menyusun aransemen lagu dalam tiga dan empat suara ada banyak persyaratan yang harus diperhatikan.



Teknik Mengaransemen Lagu
        Secara umum terdapat 3 unsur utama didalam musik yang harus diperhatikan saat membuat aransemen yakni antara lain sebagai berikut:
1. Ritme Dan Pola Ritme
Ritme ialah panjang pendeknya bunyi yang bergerak secara teratur, sedangkan pola ritme ialah bentuk pengulangan dari pengembangan bangunan ritme yang digunakan oleh frase melodi atau kelompok frase melodi.
2. Melodi
Melodi ialah rangkaian sejumlah nada yang disusun dan dibunyikan secara runtut dan teratur.
3. Harmoni
Harmoni ialah perpaduan nada-nada melodi dengan pola ritem yang serasi dan selaras sebagai satu kesatuan utuh suatu karya seni.

Cara Membuat Aransemen
Dalam membuat aransemen biasanya dapat digunakan yang diantaranya yaitu:
a. Secara Tertulis
Maksudnya ialah dengan melakukan penambahan notasi atau pengubahan notasi dan dilakukan secara tertulis pada susunan not partiture sebuah lagu.
b. Secara Tidak Tertulis
Maksudnya ialah dengan melakukan pengubahan langsung pada saat penggarapan lagu atau biasa disebut dengan improvisasi panggung.


Langkah-Langkah Mengaransemen
1. Memilih dan menentukan lagu yang akan kita aransemen.
2. Menganalisis syair.
3. Menetapkan bentuk aransemen.
4. Mencari dan menentukan progresi akor.
5. Menentukan irama, tempo, tangga nada dan dinamika yang sesuai.
6. Membuat sketsa dan menyusun aransemen.

Praktik sederhana dalam membuat aransemen lagu 
        Sesuai dengan judul mengenai mengaransemen lagu secara sederhana seperti lagu Nusantara, maka berikut ini adalah 7 langkah-langkah praktis yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aransemen yakni antara lain sebagai berikut :
Menentukan naskah lagu asli yang akan di aransemen.
Mengamati, mencermati dan memahami perjalanan melodi lagu asli yang akan di aransemen.
Mengamati, mencermati tanda-tanda lagu yang digunakan dan makna lagu aslinya.
Mengelompokkan jenis-jenis alat musik yang akan dilibatkan dalam aransemen baru sesuai peran dan fungsinya masing-masing.
Menyeimbangkan komposisi jumlah alat musik yang akan dilibatkan dalam aransemen lagu agar tercipta sebuah harmoni.
Penulisan partitur lagu secara terpisah untuk setiap alat musik dan terpadu secara keseluruhan.
Jangan lupa minta izin kepada pembuat lagu (jika masih ada), dan mencantumkan nama pencipta lagu kedalam naskah hasil aransemen.


Membuar Aransemen Vokal
menggunakan lagu Aku Pasti Bisa


AKU PASTI BISA
Artist : Citra Scholastika

Beri semangat baru tuk jiwaku
temani aku dalam kesendirian ini
ku bertahan
mentari terbenam temani dalam kesepianku
beri kenangan dalam hidupku ini
ku bertahan

aku pasti bisa
melewati semua dan menghadapinya
aku yakin pasti bisa
beri semangat baru tuk jiwaku
beri kejutan dalam hidupku ini
ku bertahan
aku pasti bisa
melewati semua dan menghadapinya
aku yakin pasti bisa

aku pasti bisa
menghadapi dan menghadapinya
aku yakin pasti bisa
aku ingin engkau akan menemaniku
dan ku jalani hidupku dengan senyuman
aku pasti bisa
menghadapi dan menghadapinya
aku yakin pasti bisa
dan ku jalani hidupku dengan senyuman

Mengenal Sekilas Akapela

        Akapela adalah bentuk vokal grup gaya kapel dan tanpa alat musik pengiring. Sehingga Musik akapela adalah sekelompok penyanyi yang bernyayi tanpa iringan alat musik. 
Nasyid, yang  berasal dari bahasa Arab ansyada- yunsyidu, yang artinya bersenandung. Sehingga Nasyid adalah sekelompok penyanyi yang menyenandungkan syair-syair bercorak Islam.
Lagu Akapela umumnya lagu yang 
dinyanyikan oleh 2 atau lebih kelompok penyanyi yang dinyanyikan dengan melodi yang saling susul-menyusul.


        Seni musik akapela merupakan suatu teknik bernyanyi yang biasanya dilakukan secara berkelompok tanpa diiringi alat musik. Seni musik ini merupakan musik dari suara mulut yang meniru suara alat-alat musik lainya seperti gitar, drum, perkusi dan lain sebagainya. Saat ini mungkin sudah banyak yg tahu apa itu akapela yang mempunyai keunikan tersendiri yaitu memiliki keharmonian dan persatuan nada indah yang dapat membuat bulu kuduk merinding akan keindahan suaranya.






TUGAS 
Latihan Vokal Group

1. Menyiapkan sebuah lagu yang sudah diaransemen sesuai dengan kebutuhan suara (dua suara/tiga suara).
2. Latihan teknik vokal (karakter dan warna suara yang berbeda.
3. Latihan penguasaan melodi tiap suara.
4. Latihan gabungan dari tiap suara.
5. Latihan dengan musik pengiring.
6. Tampilkan yang terbaik untuk direkam suara/video.

SELAMAT MELAKUKAN PRAKTIK

Jumat, 29 Januari 2021

MENYANYIKAN LAGU DAERAH

 


TEKNIK MENYANYIKAN LAGU DAERAH

A. CARA NEMBANG / MENYANYIKAN TEMBANG DHANDHANGGULA

Salah satu ragam tembang macapat yaitu tembang dhandanggula. Tembang ini sendiri berada pada urutan ketujuh dari kesebelas tembang macapat. Tembang ini memiliki watak gembira, manis, dan luwes.

Sesuai dengan wataknya, tembang ini memiliki sebuah filosofi yaitu harapan yang indah. Selain itu, ia juga melambangkan suatu kecocokan yang indah.

Adapun beberapa karakteristik dari tembang dhandhanggula adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai guru gatra sepuluh baris

2. Mempunyai Guru Wilangan : 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7

3. Memiliki Guru Lagu : i, a, e, u, i, a , u, a, i, a

Nah, setelah mengenal sedikit filosofi dan karakteristik dari tembang dhandhanggula, berikut ini cara menyanyikan tembang dhandanggula dengan baik dan benar 

Dhandhanggula adalah tembang yang sangat unik. Rasa dan penjiwaan sesuai dengan karakternya yang terbilang kompleks membuatnya termasuk ke dalam jajaran tembang yang cukup sulit untuk ditembangkan.

Disamping itu, cara menembangkannya yang terbilang unik ini terkadang begitu memikat perhatian. Untuk bisa menembangkan tembang dhandhanggula dengan baik dan benar, kita perlu menguasai teknik vokal yang memadai.

Namun demikian, baik menyanyi maupun menembang dapat kita lakukan secara alamiah dalam alam bawah sadar kita untuk bisa mennyanyikan / melagukan kata-kata (syair) yang ada sesuai dengan nada atau iringan musik sehingga tak terdengar fals.

Langsung masuk ke intinya, cara menembangkan tembang dhandanggula yaitu di awal kita dituntut untuk bisa bernyanyi dengan nada setinggi mungkin dalam range vokal yang kita miliki. Sementara itu, masuk ke pertengahan sampai akhir tembang kita akan bernyanyi dengan nada yang semakin menurun dan menurun hingga titik nada terendah yang bisa kita nyanyikan.

Disitulah tantangan sebenarnya dalam menembangkan tembang dhandhanggula. Kita harus bisa mengontrol suara dari awal hingga akhir syair tembang dengan cara melagukan yang tidak konstan, yaitu dengan nada dan suasana yang berubah-ubah setiap baris maupun bait syair dari tembang tersebut.

Tips dan Trik Menembangkan Tembang Dhandhanggula 

Agar bisa menembangkan tembang dhandhanggula dengan baik dan lancar hingga akhir syairnya, kita harus benar-benar memperhatikan beberapa faktor seperti pernafasan, pengucapan kata (artikulasi), juga strategi dalam pengambilan nada.

Ukur dahulu kemampuan vokal yang kita miliki masing-masing. Jangan memaksakan diri untuk mengambil nada yang begitu tinggi yang kita kesulitan untuk menjangkaunya. Bisa-bisa nanti perpindahan nadanya dari baris satu ke baris lainnya meleset atau kurang tepat.

Namun demikian, jangan pula terlalu rendah mengambil nada di baris syair awalnya. Bisa-bisa nanti suara kita dipertengahan maupun akhir syair tembang akan menjadi tak terdengar karena mengindahkan aturan menembangkan tembang dhandhanggula itu sendiri yang harus dilagukan dengan nada yang semakin menurun dan menurun dari awal hingga akhir tembang.

Maka dari itu, pastikan kita dapat mengambil nada yang tepat sehingga nantinya kita tidak kuwalahan dalam menembangkan tembang ini.

Terakhir, sebelum mulai nembang, ada baiknya kita mengambil pemanasan vokal terlebih dahulu yaitu dengan mengambil napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Setelah itu, kita bisa mengucapkan vokal a, i, u, e, o guna meningkatkan insting kita dalam mencari kesesuaian antara nada dan vokal kita.



DHANDHANGGULA - Turulare ( Laras Pelog Patet Enem )

6       1       2       3       ,      6       1       2       2       2      2

Ing   kang  ka    mot          ing    su      rat    Al  -  A  -  shri

1       5       65     3       ,      3       5       6       6       6       6

Su    rat     ing   kang         ka     ping  sa     tus     ti       ga

6       5       3       2       ,      3       1      2 1     6

Mungte    lung   a       -      yat    ca  -  cah  - e

6       1       2       2        2       3      12

Ka    pi     san     te       ges    I      pun

6        5      21      1       ,      1      1       1        1       1

Dhe   mi    wek   tu             u      ta      wi      wan   ci

3        5      5        5        5      56     56

Mang ko   no      wer     di      ni      ra

2        2      3        1         2 1    6

Wi     ga    ti      ning       wek  tu

6        1      2        3          3       3       3       3

Da    tan    nge   mung  -  a  -    ke     A   - shar

3       3      21       21     ,       1       1       1       1       1      2      3      3

A      ji      ning    wek          tu     yek    ti      tan    pa     u      pa    mi

3       3       3        2         23     12      2

Ywa kong si       tan        pa     gu      na


Sekar Ageng

Lagu GAMBANG SULING
Lagu yang diciptakan oleh Ki Nartosabdo ini berkisah tentang ungkapan kekaguman terhadap alat musik tradisional suling yang memiliki nada indah, dan membentuk harmonisasi dengan instrumen gamelan lainnya.
 
Gambang suling ngumandang swarane
Tulat tulit kepenak unine
Unnine mung nrenyuh ake
Barengan lan kentrung ketipung suling
Sigrak kendangan


B. LAGU DAERAH SUMATERA

Vokal merupakan seni yang tertua, vokal dikatakan seni tertua, karena seni vokal muncul dari awal peradaban manusia ketika hendak berkomunikasi dengan sang pencipta dalam bentuk yang sangat sederhana / ritual.
Vokal atau dendang(bahasa minang) secara etimologi berasal dari kata:
DEN = saya
DANG = danguang/dengung atau bersuara.
Contoh bila kita tulis DEN DANGUANGKAN berarti maknanya: saya bunyikan atau saya nyanyikan atau menyenangkan hati.
Vokal/dendang itu mengandung nilai tersendiri baik dari unsur seninya dan unsur filosofisnya.
Maka secara exnomusikologis nya dendang minang merupakan: “ungkapan perasaan seseorang dalam bentuk sastra lagu yang indah dan berlatar belakang filsafat minangkabau”.



JENIS-JENIS DENDANG
1.    Berdasarkan Tema
Jenis dendang terdiri dari:
a.    Ratok: Meratap, Ber iba-iba, sedih.
b.    Gembia: Bersukacita, hal-hal yang menyenangkan
c.    Baindang: Berdendang secara bersahutan antara 2 group berisi ajaran adat, sejarah minagkabau, dan lain-lain.
d.    Salawaik/Dikie: salawatan/ dzikir.
2.    Berdasarkan Daerah
Terdiri dari:
a.    Dendang Darek:
•    Dendang Singgalang
•    Dendang Payukumbuah
•    Dendang Solok
b.    Dendang Pasisie:
•    Palayaran
•    Kembang aie aji
•    Risau lai
3.    Berdasarkan Instrumen pengiring
Berdasarkan instrumen pengiringnya dendang ini terdiri dari:
•    Dendang Pauh
•    Dendang Sirompak dan
•    Dendang Sampelong













C. LAGU DAERAH KALIMANTAN SELATAN

Ampar Ampar Pisang

Ampar ampar pisang

Pisangku balum masak

Masak sabigi dihurung bari-bari

Masak sabigi dihurung bari-bari

Mangga lepak mangga lepok

Patah kayu bengkok

Bengkok dimakan api

apinya canculupan

Patah kayu bengkok

Bengkok dimakan api

apinya canculupan

Jari kaki sintak dahuluakan masak

Ampar ampar pisang

Pisangku balum masak

Masak sabigi dihurung bari-bari

Masak sabigi dihurung bari-bari

Mangga ricak mangga ricak

Patah kayu bengkok

Tanduk sapi tanduk sapi kulibir bawang

Nang mana batis kutung dikitip bidawang




TUGAS

Mohon ananda memilih satu lagu daerah yang paling disukai

Latihan untuk menyanyikan lagu tersebut minimal 3 (tiga) kali atau sampai puas untuk ditampilkan yang terbaik.

Apabila sudah dianggap cukup, siapkan alat perekan suara untuk merekan suara ananda saat nyanyikan lagu tersebut.

jika selesai direkam maka kirim rekaman suara tersebut ke WA pribadi Pak guru.

Selamat melaksanakan tugas.



Rabu, 27 Januari 2021

SOSIALISASI ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL

 


SOSIALISASI 

ASESMEN KUMPETENSI MINIMUM (AKM)

Oleh
YENDRIYUDA, S.Pd.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi)

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.
Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia

Kebijakan Asesmen Minimum

Penjelasan Menteri Pendidikan Nasional


GTK Dikmen Diksus, Jakarta - Kemendikbud pada tahun 2021 akan menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang selama ini diterapkan dalam ujian nasional, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa, yakni dalam hal literasi dan numerasi. 

Seperti diketahui salah satu indikator yang menjadi acuan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah Programme for International Student Assessment (PISA). PISA sebagai metode penilaian internasional merupakan indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat, peringkat nilai PISA Indonesia berdasarkan survei tahun 2018 adalah: Membaca (peringkat 72 dari 77 negara), Matematika (Peringkat  72 dari 78 negara), dan Sains (peringkat 70 dari 78 negara). Nilai PISA Indonesia juga cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan penggantian Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum, yang nantinya akan berfokus pada literasi, numerasi, pendidikan karakter.

“Literasi di sini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan, dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dua hal ini yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi minimum yang akan dimulai tahun 2021. Jadi bukan berdasarkan mata pelajaran dan penguasaan materi. Ini kompetensi minimum atau kompetensi dasar yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar,” tutur Mendikbud Nadiem Makarim.

Lantas apa saja yang harus disiapkan guru dan tenaga kependidikan terkait upaya untuk memfokuskan pada literasi dan numerasi?

“Yang paling penting menurut saya adalah cara berpikir yang tidak terikat pada satu pola atau satu disiplin, ini yang paling penting. Karena fokus pada literasi, numerasi, karakter ini sebenarnya ujung-ujungnya adalah interdisipliner, dan itulah arah pendidikan pada saat ini dan realitas dunia yang kita hadapi,” kata Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril dalam wawancara telekonferensi, Rabu (3/6/2020).

“Banyak sekali inovasi-inovasi terjadi karena lintas disiplin saling ngobrol, saling kemudian melakukan project dan nanti ke depannya juga kita tidak bisa survive dengan menguasai disiplin, konten. Kita harus menguasai fleksibilitas secara kognitif dan soft skills sehingga kita bisa bergerak dari satu bidang ke bidang lain,” tambahnya.

Iwan mengungkap visi Asesmen Kompetensi Minimum merupakan upaya menjawab tantangan zaman dan mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan.

“Di masa depan tidak bisa kita hanya, bahkan masa sekarang juga ya bekerja hanya pada satu bidang. Kita nanti bidangnya wah sudah enggak ini lagi nih, diambil sama teknologi dan lain-lain, lebih efisien, ternyata ilmu kita sudah tidak relevan lagi sehingga harus pindah atau mencari keterampilan lain dan sebagainya,” urai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril.

Perbedaan antara AKM dengan UN

Agar Pendidik dan Tenaga Kependidikan apalagi masyarakat luas bisa membedakan antara Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), silakan pelajari video berikut ini.


Manfaat Asesmen Kompetensi Minimum


Terimakasih



Senin, 25 Januari 2021

BERLATIH MENYANYI LAGU DAERAH

 

BERLATIH MENYANYI LAGU DAERAH

Bernyanyi Unisono 

Bernyanyi merupakan salah satu kesenian yang lumayan banyak peminatnya. Bernyanyi ataupun olah vokal ialah kegiatan pendidikan yang memerlukan teknik khusus agar tidak mengganggu pita suara kita. Bernyanyinya pun dapat dicoba perseorangan ataupun kelompok.
Dalam bernyanyi kelompok dapat dicoba dengan satu suara, 2 suara, 3 suara, ataupun lebih. Menyanyi semacam itu disebut bernyanyi secara unisono.

Dilansir di situs Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud), bernyanyi secara unisono adalah bernyanyi yang tidak bisa dilakukan seseorang diri, namun dilakukan oleh sekumpulan orang dengan satu suara.
Bernyanyi unisono adalah bernyanyi yang membutuhkan kerja sama serta saling melengkapi sehingga suara yang ditimbulkan menjadi harmoni yang indah. Bernyanyi unisono adalah bernyanyi yang umumnya disebut bernyanyi dengan satu suara.

Pengertian Unisono
Secara etimologi, kata unisono adalah berasal dari kata“ uni” yang berarti satu serta“ sono” yang berarti suara. Dengan demikian bernyanyi unisono adalah satu aktivitas olah suara dalam jumlah banyak orang. Menyanyikan suatu lagu secara berkelompok bisa dicoba dalam bentuk paduan suara atau koor. Paduan suara ialah sebutan yang menunjuk kepada ansambel musik yang terdiri atas penyanyi- penyanyi ataupun musik yang dibawakan ansambel tersebut.
Dalam paduan suara bila memakai unisono maka mengharuskan seluruh penyanyinya menyuarakan nada yang sama.
Demikian pula dalam musik ansambel, seluruh alat musik dimainkan dengan nada sama. Unisono ataupun lagu dengan satu suara ini umumnya diciptakan oleh penciptanya dalam pola yang simpel.
Lagu unisono adalah lagu yang terdiri atas satu melodi utama. Melodi ialah rangkaian dari nada- nada yang sudah dipilih untuk mewakili kemauan pencipta lagu supaya cocok dengan tema serta arti lagu tersebut.

Teknik Solmisasi
Solmisasi tangga nada terdiri atas do re mi fa sol la si do. Untuk melakukan teknik ini, kamu tidak juga harus mengikuti pada aturan solmisasi do, re, mi, fa dan seterusnya. teknik solmisasi Kamu bisa juga mengacak pada urutannya, seperti do, re, mi, fa, sol, fa, mi, re, do, ataupun berbagai pola lainnya pada solmisasinya.
Menyanyikan suatu lagu butuh menerapkan latihan vokal supaya bisa membiasakan besar rendahnya nada, sehingga bisa selaras antara nada serta suara.

Seseorang penyanyi profesional, wajib memahami, melatih serta pula mengolah vokal yang dipunyai.

Teknik vokal
Dilansir dalam karya Teknik Vokal Paduan Suara (2008) karya Simanungkalit sebagian teknik vokal yang wajib dicermati ialah intonasi, artikulasi, phrasering, pernapasan, resonansi, serta sikap badan. Dikutip dari jurnal Metode Bernyanyi Jenis Lagu Folklore/ Etnik Dalam Paduan Suara (2003) Lamhot Basani Sihombing, teknik vokal dijabarkan dalam sebagian hal berikut:

Pernapasan
Pernapasan ialah salah satu faktor penting dalam bernyanyi, karena untuk memperoleh kemampuan pernafasan yang baik dalam bernyanyi membutuhkan waktu yang lama.
Beberapa teknik bernafas dalam menyanyi:
Pernapasan Dada
Pernafasan dada ialah teknik yang dicoba dengan teknik mengisi udara ke dalam paru- paru bagian atas. Metode pernafasan dada ini kurang baik digunakan dalam bernyanyi.
Pernapasan Perut
Pernafasan perut ialah teknik yang dicoba dengan cara perut menggembung, rongga perut membesar sehingga udara dari luar masuk penuhi perut.
pernapasan perut
Metode Pernafasan ini tidak tahan lama buat menahan hawa serta buat menghasilkan napas kurang menemukan kekuatan dari otot- otot perut.
Oleh sebab itu paru- paru jadi lemah serta letih. Pernafasan ini pula kurang menguntungkan digunakan buat bernyanyi.
Pernapasan Diafragma
Pernafasan diafragma yang terletak pada sekat rongga dada serta rongga perut.
Pernafasan diafragma ialah teknik yang bisa dicoba dengan cara udara yang terdapat di paru- paru bisa ditahan dengan tidak merasa lelah sehingga napas dikeluarkan secara hemat serta teratur oleh diafragma dan otot- otot punggung bagian samping kiri serta kanan.

Artikulasi (Pengucapan)
Artikulasi suara merupakan cara mengucapkan kata- kata sembari bersuara. Tingkatkan cara pengucapan kata- kata supaya mudah di mengerti. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikulasi dinyatakan sebagai lafal, pengucapan kata, serta perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menciptakan bunyi bahasa.

Frasering
Mengutip Karl- Edmund Prier, SJ (2011) dalam buku yang bertajuk“ Kamus Musik” menjelaskan Frasering merupakan sejumlah birama yang merupakan satu kesatuan serta diakhiri dengan jelas, dengan perhentian sedangkan( koma) di tengah kalimat serta perhentian yang menyakinkan pada akhir (titik).

Sikap Badan
Sikap badan yang baik pada dikala bernyanyi merupakan cara berdiri ataupun duduk dalam posisi yang benar. Sehingga memberikan keleluasaan pada proses pernapasan serta akan mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan.


B. Teknik Vokal dalam Menyanyi Lagu Daerah

Macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sanjak akhir yang disebut guru lagu. Biasanya macapat diartikan sebagai maca papat-papat (membaca empat-empat), yaitu maksudnya cara membaca terjalin tiap empat suku kata. Namun ini bukan satu-satunya arti, karena pada prakteknya tidak semua tembang macapat bisa dinyanyikan empat-empat suku kata. Kapan munculnya pertama kali macapat, sampai saat ini belum ada penemuan yang meyakinkan. Ada yang menyampaikan bahwa Macapat diperkirakan muncul pada akhir Majapahit dan dimulainya pengaruh Walisanga, namun hal ini hanya bisa dikatakan untuk situasi di Jawa Tengah. Sebab di Jawa Timur dan Bali macapat telah dikenal sebelum datangnya Islam.


Teknik Vokal, Selain ditentukan oleh organ-organ tubuh, mutu, dan pembentukannya, suara manusia juga didukung oleh beberapa teknik vokal, di antaranya intonasi, resonansi, artikulasi, pernapasan, dan pembawaan.

1. lntonasi
Intonasi merupakan salah satu latihan dasar yang penting bagi seorang penyanyi karena tanpa pembenahan intonasi (ketepatan bunyi tiap nada), suara yang dihasilkan menjadi sumbang dan tidak merdu. lstilah intonasi mempunyai pengertian yang berbeda apabila diterapkan dalam bahasa atau seni vokal. Namun, sebenarnya saling mendukung dan memperkaya khazanah penguasaan teknik bagi seorang penyanyi, musisi, dan komponis. Banyak suku kata yang memiliki teknik pengucapan tersendiri.
Perbedaan pengucapan terletak pada tekanan atau jumlah suku kata. lntonasi mengandung arti ketepatan suatu nada (pitch). Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih, nyaring, dan enak didengar. Untuk mendapatkan intonasi yang baik, coba nyanyikan nada-nada berikut secara berulang. Berlatih kelenturan suara dapat dilakukan dengan cara menyanyikan nada-nada dengan teknik staccato dan legato. Staccato adalah menyanyikan lagu dengan cara patah-patah. Legato adalah menyanyikan lagu dengan cara disambung. Langkah-langkah berlatih kelenturan adalah sebagai berikut
a. Tahap pertama, nada dinyanyikan dengan tempo lambat, lalu lebih cepat.
b. Tahap kedua, nada dinyanyikan dengan tempo bervariasi.
c. Tahap ketiga, menyanyikan interval yang bervariasi dimulai nada bawah ke nada tinggi dengan artikulasi na, ka, Ia, dan ra.
d. Tahap keempat, menyanyikan nada-nada kromatis
e. Tahap kelima, menyanyikan lagu yang sesuai dengan tahap-tahap latihan

2. Artikulasi
Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata dalam menyanyi agar pesan lagu dapat dimengerti dan dipahami pendengar.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik, antara lain sikap badan yang tegap, posisi mulut yang benar, latihan vokalisis. pembentukan bunyi vokal, dan pembentukan bunyi konsonan.


a. Sikap 
Sikap badan yang benar akan membantumemperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama produksi suara. Sikap yang
baik, antara lain:
1) kepala harus tegak, pandangan ke depan;
2) tulang punggung lurus;
3) dada sedikit membusung;
4) kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit renggang.

b. Posisi Mulut
Bentuk mulut yang salah akan mengganggu proses pembentukan suara. Bentuk dan posisi organ mulut saat memproduksi suara adalah sebagai berikut :
1) Buka mulut selebar tiga jari secara vertikal (bentuk mulut elips) sehingga suara yang ke luar tidak lemah dan bulat.
2) Bentuk gigi seri sebelah atas tertutup setengah bagian oleh bibir sebelah atas.
3) Posisi bibir bawah ditekan pada gigi seri sebelah bawah supaya kekuatan suara tidak berkurang.
4) Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras supaya suara yang ke luar menjadi jelas dan lantang.
5) Langit-langit lunak dan anak lidah ditarik ke atas untuk menutup lubang yang menuju ke rongga hidung.
6) Lengkung langit-langit dibuka lebar dan dijaga agar lidah tetap mendatar, sedangkan ujung lidah menyinggung gigi seri sebelah bawah.
Bentuk dan posisi yang salah pada waktu menyanyi akan berakibat suara yang dihasilkanmenjadi pekak. lemah, dan tidak nyaring.

c. Latihan Vokalisis
Di dalam buku Prattica di Musika, komponis Lodovico Zacconi menjelaskan bahwa Iatihan dasar vokal yang baik adalah berusaha menjadikan semua bunyi menjadi huruf-huruf hidup. Tujuan latihan vokalisis adalah memelihara dan menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan dengan teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah.

d. Teknik Pembentukan Bunyi Vokal
Bunyi vokal adalah bunyi yang ke luar karena udara dari paru-paru tidak mendapat rintangan. Jenis dan macam vokal tergantung dari posisi bibir, tinggi rendah lidah, dan maju mundurnya lidah.

e. Teknik pembentukan vokal meliputi Vokal o, u dan a; Vokal e, i; dan Vokal e (pepet). Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan Bunyi konsonan adalah bunyi yang keluar dari paru-paru mendapat rintangan atau hambatan. Terbentuknya bunyi konsonan tergantung peranan lidah sebagai artikulator dan sasaran titik artikulasi. Macam-macam bunyi konsonan adalah sebagai berikut.
1) menurut cara artikulasi atau cara pengucapannya;
2) berdasarkan jalan yang diikuti arus udara ketika keluar dari rongga;
3) berdasarkan bergetar tidaknya pita suara;
4) berdasarkan artikulasi dan titik artikulasinya

3. Resonansi
Resonansi adalah suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, semacam gema yang timbul karena adanya ruangan berdinding keras sehingga sanggup memantulkan suara. Tanpa ruangan resonansi, pita suara hanya menimbulkan bunyi yang lemah karena panjangnya hanya 1,5-2 cm. Dengan adanya resonansi, suara manusia menjadi keras, indah, dan gemilang.

4. Pernapasan
Pernapasan adalah keluar masuknya udara melalui paru-paru. Udara yang digunakan saat menyanyi lebih banyak dibandingkan persediaan untuk bernapas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan mengisi paru-paru sebanyak mungkin waktu menyanyi. Teknik pernapasan dalam menyanyi dibagi menjadi tiga macam, yaitu teknik pernapasan dada, perut, dan diafragma.
a. Pernafasan dada adalah pernafasan yang dilakukan dengan mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal karena penyanyi mudah kehabisan nafas.
b. Pernafasan perut adalah pernafasan yang dilakukan menggunakan rongga perut sebagai tempat untuk menyimpan udara.
c. Pernafasan diafragma. Diafragma adalah sekat diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan diafragma dilakukan dengan memaksimalkan otot-otot diafragma. Saat otot diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume udara menjadi bertambah. Pernafasan ini merupakan pernafasan yang paling baik digunakan.
Hal yang harus diperhatikan saat pernapasan pada saat membawakan lagu
a) Waktu menghirup udara diusahakan pelan-pelan, perut mengembung sehingga rongga dada terbuka lebar dan udara yang masuk maksimal.
b) Setelah udara masuk, tahan selama 5 detik, 10 detik, atau 15 detik secara bertahap.
c) Keluarkan udara sedikit demi sedikit (stabil) dengan suara mendesis (sis sis ...).
Lakukan latihan ini secara berulang-ulang.

5. Pembawaan
Salah satu keberhasilan seorang penyanyi dalam membawakan sebuah lagu adalah ketepatan ' dalam menginterpretasikan sebuah karya musik (atau lagu. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasikan karya musik, antara lain tema lagu, unsur-unsur musik (tanda tempo, tanda dinamik, tanda ekspresi, irama, dan birama), pesan dan kesan yang disampaikan, kesulitan-kesulitan lagu, gaya, dan klimaks lagu.



TUGAS
Silakan Ananda untuk latihan menyanyikan satu lagu daerah, boleh pilih
1. Gundul Pacul
2. Ayam Den Lapeh
3. Bungong Jeumpa
4. Tokecang
5. Butet

Boleh juga lagu daerah lain.
Setelah latihan, rekan suara saat nyanyikan. Kirim rekaman suara lagu tersebut ke WA Pak Guru.

Selamat Menyanyi Lagu Daerah

Rabu, 20 Januari 2021

TEKNIK DAN GAYA MENYANYI LAGU DAERAH


TEKNIK DAN GAYA MENYANYI 

LAGU DAERAH

    Menyanyi merupakan aktivitas vokal yang sering dilakukan oleh manusia.Melalui aktivitas ini manusia dapat mengungkapkan perasaan melalui nada dan irama serta kata-kata. Ada yang menyanyi secara unisono dan adapula yang menyanyi dengan membentuk vokal group.

    Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki lagu yang berbahasa ibu yaitu menggunakan bahasa daerah. Menyanyikan lagu daerah biasanya diiringi dengan alat musik tradisional. Indonesia memiliki lagu dan alat musik tradisional yang mendapat pengaruh dari berbagai negara seperti India, China, Portugis, serta negara-negara lainnya. Contoh lagu daerah Indonesia antara lain Bungong Jeumpa dari Aceh, Tokecang dari Jawa Barat, Cing Cangkeling dari Jawa Barat, Rambadia dari Tapanuli, Soleram dari Riau, Apuse dari Papua dan lain-lain.




A. Pengertian dan Ciri-Ciri Lagu Daerah

Lagu daerah adalah lagu yang tumbuh dan berkembang di daerah setempat dan bersifat turun temurun. 

Ciri-ciri lagu daerah antara lain :

1. Teks lagu daerah menggunakan bahasa dan dialek setempat. Misalkan lagu daerah Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa dengan dialek Suroboyo-an.

2. Lagu daerah diwariskan secara turun-temurun dengan tradisi lisan. Walaupun ada lagu daerah yang tertulis, hal itu berfungsi hanya untuk kepentingan dokumentasi saja.

3. Lagu daerah pada umumnya tidak diketahui penulis atau penciptanya (anonim). Karana sifat lagu daerah adalah tidak menonjolkan ekspresi pribadi atau perorangan. tetapi pesan yang disampaikan adalah bersifat umum. Lagu daerah pada umumnya memiliki susunan melodi dan syair yang sederhana. Beberapa lagu daerah hanya memiliki 2. 4 atau 8 bait saja. Ada juga lagu daerah yang menggunakan syair berbeda pada setiap perulangannya.

4.Lagu daerah yang sederhana biasanya bisa dinyanyikan dengan baik oleh masyarakat dari etnis lagu daerah tersebut berasal.

5. Terkadang terdapat beberapa versi dari sebuah lagu di daerah berbeda dalam suatu etnis. Hal ini terjadi karena cara penyebaran lagu daerah dilakukan dari mulut ke mulut. Dalam membawakan lagu daerah. masyarakat biasanya menyanyikan dengan diiringi oleh musik daerah setempat. Misalkan lagu daerah Praon dari Jawa Tengah dinyanyikan dengan diiringi musik gamelan.


Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan.

Pada repertoar (perbendaharaan bahasa (dialek, ragam) yang dimiliki oleh seseorang atau masyarakat) lagu-lagu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi. Di Jawa disebut dengan Sinden, demikian juga di Sunda dan juga Bali. Di daerah Sumatera Utara sering disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan ada yang disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang.



B. Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah

Lagu-lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat musik daerah. dalam masyarakat Jawa dikenal dengan karawitan. Istilah karawitan menunjuk pada seperangkat alat musik tradisional secara lengkap secara orkestra. Seringkali seorang pemain / seniman ahli karawitan menambah /  mengurangi komposisi karawitan yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya.

Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan pengembangan warisan budaya ini dapat dilakukan dengan tetap menyanyikan sesuai dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi dimana lagu tersebut harus dinyanyikan. 

Komposisi karawitan dapat mengembangkan Perbedaan-perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. inilah yang menyebabkan munculnya gaya yang berbeda-beda. Gaya musikal adalah ciri khas atau karakteristik musikal yang dihasilkan dari beberapa kondisi:

1. Gaya lokal berarti karakteristik cara menyanyikan lagu daerah yang berbeda dengan daerah lainnya. Pada isu globalisasi kemudian disebut sebagai entitas lokal genius.


2. Gaya Individual berarti tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta lagu-lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya.

3. Gaya Periodikal berarti tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkan gaya musikal tertentu, misalnya gaya dalam bentuk musikal adalah tipologi karakteristik yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musikal yang ada, misalnya pada musik Betawi dalam gambrang kromong lagu sayur. dengan lagu phobin,atau dalam lagu keroncong tugu antara kroncong asli, langgam, dan stambul. Dalam karawitan Betawi gaya / musical style dikenal dengan istilah Liaw.

Pada repertoar lagu-lagu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi. Di Jawa disebut dengan Sindhen, demikian juga di Sunda dan Bali, Di daerah Sumatra Utara sering disebut dengan Perkolong-kolong. Di Kalimantan disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun-pantun dengan diiringi tabuhan gendang.


C. Teknik Vokal dalam Menyanyi Lagu Daerah

Teknik Vokal, Selain ditentukan oleh organ-organ tubuh, mutu, dan pembentukannya, suara manusia juga didukung oleh beberapa teknik vokal, di antaranya intonasi, resonansi, artikulasi, pernapasan, dan pembawaan.

1. lntonasi

Intonasi merupakan salah satu latihan dasar yang penting bagi seorang penyanyi karena tanpa pembenahan intonasi (ketepatan bunyi tiap nada), suara yang dihasilkan menjadi sumbang dan tidak merdu. lstilah intonasi mempunyai pengertian yang berbeda apabila diterapkan dalam bahasa atau seni vokal. Namun, sebenarnya saling mendukung dan memperkaya khazanah penguasaan teknik bagi seorang penyanyi, musisi, dan komponis. Banyak suku kata yang memiliki teknik pengucapan tersendiri.

Perbedaan pengucapan terletak pada tekanan atau jumlah suku kata. lntonasi mengandung arti ketepatan suatu nada (pitch). Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih, nyaring, dan enak didengar. Untuk mendapatkan intonasi yang baik, coba nyanyikan nada-nada berikut secara berulang. Berlatih kelenturan suara dapat dilakukan dengan cara menyanyikan nada-nada dengan teknik staccato dan legato. Staccato adalah menyanyikan lagu dengan cara patah-patah. Legato adalah menyanyikan lagu dengan cara disambung. Adapun langkah-langkah berlatih kelenturan adalah sebagai berikut

a. Tahap pertama, nada dinyanyikan dengan tempo lambat, lalu lebih cepat.

b. Tahap kedua, nada dinyanyikan dengan tempo bervariasi.

c. Tahap ketiga, menyanyikan interval yang bervariasi dimulai nada bawah ke nada tinggi dengan artikulasi na, ka, Ia, dan ra.

d. Tahap keempat, menyanyikan nada-nada kromatis

e. Tahap kelima, menyanyikan lagu yang sesuai dengan tahap-tahap latihan

2. Artikulasi

Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata dalam menyanyi agar pesan lagu dapat dimengerti dan dipahami pendengar.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik, antara lain sikap badan yang tegap, posisi mulut yang benar, latihan vokalisis. pembentukan bunyi vokal, dan pembentukan bunyi konsonan.

a. Sikap 

Sikap badan yang benar akan membantumemperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama produksi suara. Sikap yang

baik, antara lain:

1) kepala harus tegak, pandangan ke depan;

2) tulang punggung lurus;

3) dada sedikit membusung;

4) kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit renggang.


b. Posisi Mulut

Bentuk mulut yang salah akan mengganggu proses pembentukan suara. Bentuk dan posisi organ mulut saat memproduksi suara adalah sebagai berikut :

1) Buka mulut selebar tiga jari secara vertikal (bentuk mulut elips) sehingga suara yang ke luar tidak lemah dan bulat.

2) Bentuk gigi seri sebelah atas tertutup setengah bagian oleh bibir sebelah atas.

3) Posisi bibir bawah ditekan pada gigi seri sebelah bawah supaya kekuatan suara tidak berkurang.

4) Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras supaya suara yang ke luar menjadi jelas dan lantang.

5) Langit-langit lunak dan anak lidah ditarik ke atas untuk menutup lubang yang menuju ke rongga hidung.

6) Lengkung langit-langit dibuka lebar dan dijaga agar lidah tetap mendatar, sedangkan ujung lidah menyinggung gigi seri sebelah bawah.

Bentuk dan posisi yang salah pada waktu menyanyi akan berakibat suara yang dihasilkanmenjadi pekak. lemah, dan tidak nyaring.


c. Latihan Vokalisis

Di dalam buku Prattica di Musika, komponis Lodovico Zacconi menjelaskan bahwa Iatihan dasar vokal yang baik adalah berusaha menjadikan semua bunyi menjadi huruf-huruf hidup. Tujuan latihan vokalisis adalah memelihara dan menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan dengan teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah.


d. Teknik Pembentukan Bunyi Vokal

Bunyi vokal adalah bunyi yang ke luar karena udara dari paru-paru tidak mendapat rintangan. Jenis dan macam vokal tergantung dari posisi bibir, tinggi rendah lidah, dan maju mundurnya lidah.


e. Teknik pembentukan vokal meliputi Vokal o, u dan a; Vokal e, i; dan Vokal e (pepet). Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan Bunyi konsonan adalah bunyi yang keluar dari paru-paru mendapat rintangan atau hambatan. Terbentuknya bunyi konsonan tergantung peranan lidah sebagai artikulator dan sasaran titik artikulasi. Macam-macam bunyi konsonan adalah sebagai berikut.

1) menurut cara artikulasi atau cara pengucapannya;

2) berdasarkan jalan yang diikuti arus udara ketika keluar dari rongga;

3) berdasarkan bergetar tidaknya pita suara;

4) berdasarkan artikulasi dan titik artikulasinya


3. Resonansi

Resonansi adalah suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, semacam gema yang timbul karena adanya ruangan berdinding keras sehingga sanggup memantulkan suara. Tanpa ruangan resonansi, pita suara hanya menimbulkan bunyi yang lemah karena panjangnya hanya 1,5-2 cm. Dengan adanya resonansi, suara manusia menjadi keras, indah, dan gemilang.

4. Pernapasan

Pernapasan adalah keluar masuknya udara melalui paru-paru. Udara yang digunakan saat menyanyi lebih banyak dibandingkan persediaan untuk bernapas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan mengisi paru-paru sebanyak mungkin waktu menyanyi. Teknik pernapasan dalam menyanyi dibagi menjadi tiga macam, yaitu teknik pernapasan dada, perut, dan diafragma.

a. Pernafasan dada adalah pernafasan yang dilakukan dengan mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal karena penyanyi mudah kehabisan nafas.

b. Pernafasan perut adalah pernafasan yang dilakukan menggunakan rongga perut sebagai tempat untuk menyimpan udara.

c. Pernafasan diafragma. Diafragma adalah sekat diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan diafragma dilakukan dengan memaksimalkan otot-otot diafragma. Saat otot diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume udara menjadi bertambah. Pernafasan ini merupakan pernafasan yang paling baik digunakan.

Hal yang harus diperhatikan saat pernapasan pada saat membawakan lagu

a) Waktu menghirup udara diusahakan pelan-pelan, perut mengembung sehingga rongga dada terbuka lebar dan udara yang masuk maksimal.

b) Setelah udara masuk, tahan selama 5 detik, 10 detik, atau 15 detik secara bertahap.

c) Keluarkan udara sedikit demi sedikit (stabil) dengan suara mendesis (sis sis ...).

Lakukan latihan ini secara berulang-ulang.






SENI LUKIS untuk Kelas IX SMP

  SENI LUKIS A. Pengertian Seni Lukis Dibawah ini merupakan beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian seni lukis. 1. Ar...