BERLATIH MENYANYI LAGU DAERAH
Bernyanyi Unisono
Bernyanyi merupakan salah satu kesenian yang lumayan banyak peminatnya. Bernyanyi ataupun olah vokal ialah kegiatan pendidikan yang memerlukan teknik khusus agar tidak mengganggu pita suara kita. Bernyanyinya pun dapat dicoba perseorangan ataupun kelompok.
Dalam bernyanyi kelompok dapat dicoba dengan satu suara, 2 suara, 3 suara, ataupun lebih. Menyanyi semacam itu disebut bernyanyi secara unisono.
Dilansir di situs Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud), bernyanyi secara unisono adalah bernyanyi yang tidak bisa dilakukan seseorang diri, namun dilakukan oleh sekumpulan orang dengan satu suara.
Bernyanyi unisono adalah bernyanyi yang membutuhkan kerja sama serta saling melengkapi sehingga suara yang ditimbulkan menjadi harmoni yang indah. Bernyanyi unisono adalah bernyanyi yang umumnya disebut bernyanyi dengan satu suara.
Pengertian Unisono
Secara etimologi, kata unisono adalah berasal dari kata“ uni” yang berarti satu serta“ sono” yang berarti suara. Dengan demikian bernyanyi unisono adalah satu aktivitas olah suara dalam jumlah banyak orang. Menyanyikan suatu lagu secara berkelompok bisa dicoba dalam bentuk paduan suara atau koor. Paduan suara ialah sebutan yang menunjuk kepada ansambel musik yang terdiri atas penyanyi- penyanyi ataupun musik yang dibawakan ansambel tersebut.
Dalam paduan suara bila memakai unisono maka mengharuskan seluruh penyanyinya menyuarakan nada yang sama.
Demikian pula dalam musik ansambel, seluruh alat musik dimainkan dengan nada sama. Unisono ataupun lagu dengan satu suara ini umumnya diciptakan oleh penciptanya dalam pola yang simpel.
Lagu unisono adalah lagu yang terdiri atas satu melodi utama. Melodi ialah rangkaian dari nada- nada yang sudah dipilih untuk mewakili kemauan pencipta lagu supaya cocok dengan tema serta arti lagu tersebut.
Teknik Solmisasi
Solmisasi tangga nada terdiri atas do re mi fa sol la si do. Untuk melakukan teknik ini, kamu tidak juga harus mengikuti pada aturan solmisasi do, re, mi, fa dan seterusnya. teknik solmisasi Kamu bisa juga mengacak pada urutannya, seperti do, re, mi, fa, sol, fa, mi, re, do, ataupun berbagai pola lainnya pada solmisasinya.
Menyanyikan suatu lagu butuh menerapkan latihan vokal supaya bisa membiasakan besar rendahnya nada, sehingga bisa selaras antara nada serta suara.
Seseorang penyanyi profesional, wajib memahami, melatih serta pula mengolah vokal yang dipunyai.
Teknik vokal
Dilansir dalam karya Teknik Vokal Paduan Suara (2008) karya Simanungkalit sebagian teknik vokal yang wajib dicermati ialah intonasi, artikulasi, phrasering, pernapasan, resonansi, serta sikap badan. Dikutip dari jurnal Metode Bernyanyi Jenis Lagu Folklore/ Etnik Dalam Paduan Suara (2003) Lamhot Basani Sihombing, teknik vokal dijabarkan dalam sebagian hal berikut:
Pernapasan
Pernapasan ialah salah satu faktor penting dalam bernyanyi, karena untuk memperoleh kemampuan pernafasan yang baik dalam bernyanyi membutuhkan waktu yang lama.
Beberapa teknik bernafas dalam menyanyi:
Pernapasan Dada
Pernafasan dada ialah teknik yang dicoba dengan teknik mengisi udara ke dalam paru- paru bagian atas. Metode pernafasan dada ini kurang baik digunakan dalam bernyanyi.
Pernapasan Perut
Pernafasan perut ialah teknik yang dicoba dengan cara perut menggembung, rongga perut membesar sehingga udara dari luar masuk penuhi perut.
pernapasan perut
Metode Pernafasan ini tidak tahan lama buat menahan hawa serta buat menghasilkan napas kurang menemukan kekuatan dari otot- otot perut.
Oleh sebab itu paru- paru jadi lemah serta letih. Pernafasan ini pula kurang menguntungkan digunakan buat bernyanyi.
Pernapasan Diafragma
Pernafasan diafragma yang terletak pada sekat rongga dada serta rongga perut.
Pernafasan diafragma ialah teknik yang bisa dicoba dengan cara udara yang terdapat di paru- paru bisa ditahan dengan tidak merasa lelah sehingga napas dikeluarkan secara hemat serta teratur oleh diafragma dan otot- otot punggung bagian samping kiri serta kanan.
Artikulasi (Pengucapan)
Artikulasi suara merupakan cara mengucapkan kata- kata sembari bersuara. Tingkatkan cara pengucapan kata- kata supaya mudah di mengerti. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artikulasi dinyatakan sebagai lafal, pengucapan kata, serta perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menciptakan bunyi bahasa.
Frasering
Mengutip Karl- Edmund Prier, SJ (2011) dalam buku yang bertajuk“ Kamus Musik” menjelaskan Frasering merupakan sejumlah birama yang merupakan satu kesatuan serta diakhiri dengan jelas, dengan perhentian sedangkan( koma) di tengah kalimat serta perhentian yang menyakinkan pada akhir (titik).
Sikap Badan
Sikap badan yang baik pada dikala bernyanyi merupakan cara berdiri ataupun duduk dalam posisi yang benar. Sehingga memberikan keleluasaan pada proses pernapasan serta akan mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan.
B. Teknik Vokal dalam Menyanyi Lagu Daerah
Macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sanjak akhir yang disebut guru lagu. Biasanya macapat diartikan sebagai maca papat-papat (membaca empat-empat), yaitu maksudnya cara membaca terjalin tiap empat suku kata. Namun ini bukan satu-satunya arti, karena pada prakteknya tidak semua tembang macapat bisa dinyanyikan empat-empat suku kata. Kapan munculnya pertama kali macapat, sampai saat ini belum ada penemuan yang meyakinkan. Ada yang menyampaikan bahwa Macapat diperkirakan muncul pada akhir Majapahit dan dimulainya pengaruh Walisanga, namun hal ini hanya bisa dikatakan untuk situasi di Jawa Tengah. Sebab di Jawa Timur dan Bali macapat telah dikenal sebelum datangnya Islam.
Teknik Vokal, Selain ditentukan oleh organ-organ tubuh, mutu, dan pembentukannya, suara manusia juga didukung oleh beberapa teknik vokal, di antaranya intonasi, resonansi, artikulasi, pernapasan, dan pembawaan.
1. lntonasi
Intonasi merupakan salah satu latihan dasar yang penting bagi seorang penyanyi karena tanpa pembenahan intonasi (ketepatan bunyi tiap nada), suara yang dihasilkan menjadi sumbang dan tidak merdu. lstilah intonasi mempunyai pengertian yang berbeda apabila diterapkan dalam bahasa atau seni vokal. Namun, sebenarnya saling mendukung dan memperkaya khazanah penguasaan teknik bagi seorang penyanyi, musisi, dan komponis. Banyak suku kata yang memiliki teknik pengucapan tersendiri.
Perbedaan pengucapan terletak pada tekanan atau jumlah suku kata. lntonasi mengandung arti ketepatan suatu nada (pitch). Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih, nyaring, dan enak didengar. Untuk mendapatkan intonasi yang baik, coba nyanyikan nada-nada berikut secara berulang. Berlatih kelenturan suara dapat dilakukan dengan cara menyanyikan nada-nada dengan teknik staccato dan legato. Staccato adalah menyanyikan lagu dengan cara patah-patah. Legato adalah menyanyikan lagu dengan cara disambung. Langkah-langkah berlatih kelenturan adalah sebagai berikut
a. Tahap pertama, nada dinyanyikan dengan tempo lambat, lalu lebih cepat.
b. Tahap kedua, nada dinyanyikan dengan tempo bervariasi.
c. Tahap ketiga, menyanyikan interval yang bervariasi dimulai nada bawah ke nada tinggi dengan artikulasi na, ka, Ia, dan ra.
d. Tahap keempat, menyanyikan nada-nada kromatis
e. Tahap kelima, menyanyikan lagu yang sesuai dengan tahap-tahap latihan
2. Artikulasi
Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata dalam menyanyi agar pesan lagu dapat dimengerti dan dipahami pendengar.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik, antara lain sikap badan yang tegap, posisi mulut yang benar, latihan vokalisis. pembentukan bunyi vokal, dan pembentukan bunyi konsonan.
a. Sikap
Sikap badan yang benar akan membantumemperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama produksi suara. Sikap yang
baik, antara lain:
1) kepala harus tegak, pandangan ke depan;
2) tulang punggung lurus;
3) dada sedikit membusung;
4) kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit renggang.
b. Posisi Mulut
Bentuk mulut yang salah akan mengganggu proses pembentukan suara. Bentuk dan posisi organ mulut saat memproduksi suara adalah sebagai berikut :
1) Buka mulut selebar tiga jari secara vertikal (bentuk mulut elips) sehingga suara yang ke luar tidak lemah dan bulat.
2) Bentuk gigi seri sebelah atas tertutup setengah bagian oleh bibir sebelah atas.
3) Posisi bibir bawah ditekan pada gigi seri sebelah bawah supaya kekuatan suara tidak berkurang.
4) Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras supaya suara yang ke luar menjadi jelas dan lantang.
5) Langit-langit lunak dan anak lidah ditarik ke atas untuk menutup lubang yang menuju ke rongga hidung.
6) Lengkung langit-langit dibuka lebar dan dijaga agar lidah tetap mendatar, sedangkan ujung lidah menyinggung gigi seri sebelah bawah.
Bentuk dan posisi yang salah pada waktu menyanyi akan berakibat suara yang dihasilkanmenjadi pekak. lemah, dan tidak nyaring.
c. Latihan Vokalisis
Di dalam buku Prattica di Musika, komponis Lodovico Zacconi menjelaskan bahwa Iatihan dasar vokal yang baik adalah berusaha menjadikan semua bunyi menjadi huruf-huruf hidup. Tujuan latihan vokalisis adalah memelihara dan menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan dengan teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah.
d. Teknik Pembentukan Bunyi Vokal
Bunyi vokal adalah bunyi yang ke luar karena udara dari paru-paru tidak mendapat rintangan. Jenis dan macam vokal tergantung dari posisi bibir, tinggi rendah lidah, dan maju mundurnya lidah.
e. Teknik pembentukan vokal meliputi Vokal o, u dan a; Vokal e, i; dan Vokal e (pepet). Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan Bunyi konsonan adalah bunyi yang keluar dari paru-paru mendapat rintangan atau hambatan. Terbentuknya bunyi konsonan tergantung peranan lidah sebagai artikulator dan sasaran titik artikulasi. Macam-macam bunyi konsonan adalah sebagai berikut.
1) menurut cara artikulasi atau cara pengucapannya;
2) berdasarkan jalan yang diikuti arus udara ketika keluar dari rongga;
3) berdasarkan bergetar tidaknya pita suara;
4) berdasarkan artikulasi dan titik artikulasinya
3. Resonansi
Resonansi adalah suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, semacam gema yang timbul karena adanya ruangan berdinding keras sehingga sanggup memantulkan suara. Tanpa ruangan resonansi, pita suara hanya menimbulkan bunyi yang lemah karena panjangnya hanya 1,5-2 cm. Dengan adanya resonansi, suara manusia menjadi keras, indah, dan gemilang.
4. Pernapasan
Pernapasan adalah keluar masuknya udara melalui paru-paru. Udara yang digunakan saat menyanyi lebih banyak dibandingkan persediaan untuk bernapas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan mengisi paru-paru sebanyak mungkin waktu menyanyi. Teknik pernapasan dalam menyanyi dibagi menjadi tiga macam, yaitu teknik pernapasan dada, perut, dan diafragma.
a. Pernafasan dada adalah pernafasan yang dilakukan dengan mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernafasan ini sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal karena penyanyi mudah kehabisan nafas.
b. Pernafasan perut adalah pernafasan yang dilakukan menggunakan rongga perut sebagai tempat untuk menyimpan udara.
c. Pernafasan diafragma. Diafragma adalah sekat diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan diafragma dilakukan dengan memaksimalkan otot-otot diafragma. Saat otot diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume udara menjadi bertambah. Pernafasan ini merupakan pernafasan yang paling baik digunakan.
Hal yang harus diperhatikan saat pernapasan pada saat membawakan lagu
a) Waktu menghirup udara diusahakan pelan-pelan, perut mengembung sehingga rongga dada terbuka lebar dan udara yang masuk maksimal.
b) Setelah udara masuk, tahan selama 5 detik, 10 detik, atau 15 detik secara bertahap.
c) Keluarkan udara sedikit demi sedikit (stabil) dengan suara mendesis (sis sis ...).
Lakukan latihan ini secara berulang-ulang.
5. Pembawaan
Salah satu keberhasilan seorang penyanyi dalam membawakan sebuah lagu adalah ketepatan ' dalam menginterpretasikan sebuah karya musik (atau lagu. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasikan karya musik, antara lain tema lagu, unsur-unsur musik (tanda tempo, tanda dinamik, tanda ekspresi, irama, dan birama), pesan dan kesan yang disampaikan, kesulitan-kesulitan lagu, gaya, dan klimaks lagu.
TUGAS
Silakan Ananda untuk latihan menyanyikan satu lagu daerah, boleh pilih
1. Gundul Pacul
2. Ayam Den Lapeh
3. Bungong Jeumpa
4. Tokecang
5. Butet
Boleh juga lagu daerah lain.
Setelah latihan, rekan suara saat nyanyikan. Kirim rekaman suara lagu tersebut ke WA Pak Guru.
Selamat Menyanyi Lagu Daerah











Tidak ada komentar:
Posting Komentar